Undip Terima Delapan Mahasiswa Asing
Selasa, 8 Agustus 2017 8:45 WIB
Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama
Semarang, ANTARA JATENG - Universitas Diponegoro Semarang menerima sebanyak delapan mahasiswa asing dari sejumlah negara pada tahun ajaran ini, antara lain dari Madagaskar, Palestina, dan Sierra Leone.
"Mereka menempuh program strata satu (S-1)," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip Prof Muhammad Zainuri, usai Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Undip 2017/2018 di Semarang, Senin.
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip itu menyebutkan tahun ini Undip menerima total mahasiswa baru sebanyak 11.630 orang, baik dari sarjana, pascasarjana, maupun diploma tiga.
Dari program sarjana, kata dia, ada 7.990 orang, kemudian 1.093 mahasiswa program magister, 176 mahasiswa program doktor, 117 orang program spesialis, 25 orang program profesi, dan selebihnya dari D-3.
"Kami juga menerima mahasiswa program sarjana dari program afirmasi daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Ada sekitar 25 mahasiswa dari Papua, Papua Barat, dan daerah 3T lainnya," katanya.
Menurut dia, Undip sebagai salah satu universitas yang telah terakreditasi A masuk dalam empat besar perguruan tinggi yang paling diminati di Indonesia sehingga mahasiswanya juga terjaring ketat.
Artinya, kata dia, mereka yang dikukuhkan sebagai mahasiswa baru Undip tahun ini adalah mereka yang telah berhasil lolos penjaringan mahasiswa Undip dari berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru.
"Ada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN), seleksi mandiri, Program Seleksi Siswa Berprestasi (PSSB), hingga International Graduate Program (IUP)," katanya.
Sementara itu, Rektor Undip Prof Yos Johan Utama mengatakan selama ini tidak pernah membatasi hak pendidikan setiap warga negara yang ingin menempuh pendidikan atau berkuliah di Undip.
Siapapun, kata Guru Besar Fakultas Hukum (FH) Undip itu, boleh masuk Undip, asalkan memenuhi kriteria dan lolos dalam penjaringan atau seleksi, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.
"Sekarang ini, Undip menerima tiga mahasiswa baru dari penyandang kebutuhan khusus. Mereka mampu dan lolos penjaringan masuk di Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) dan Fakultas Teknik (FT)," katanya.
Ia mengatakan mahasiswa baru merupakan bagian dari keluarga besar Undip yang bukan sebagai objek, melainkan subjek sehingga harus nyaman berada di kampus dengan dihargai, dibantu, dan dibimbing, bukan dipelonco atau "bullying".
"Kami akan memberikan sanksi tegas pada siapapun yang melakukan perpeloncoan terhadap mahasiswa baru. Kami akan minta pelaku mengundurkan diri atau terkena drop-out (DO) dari Undip," tegas Yos.
"Mereka menempuh program strata satu (S-1)," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip Prof Muhammad Zainuri, usai Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Undip 2017/2018 di Semarang, Senin.
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip itu menyebutkan tahun ini Undip menerima total mahasiswa baru sebanyak 11.630 orang, baik dari sarjana, pascasarjana, maupun diploma tiga.
Dari program sarjana, kata dia, ada 7.990 orang, kemudian 1.093 mahasiswa program magister, 176 mahasiswa program doktor, 117 orang program spesialis, 25 orang program profesi, dan selebihnya dari D-3.
"Kami juga menerima mahasiswa program sarjana dari program afirmasi daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Ada sekitar 25 mahasiswa dari Papua, Papua Barat, dan daerah 3T lainnya," katanya.
Menurut dia, Undip sebagai salah satu universitas yang telah terakreditasi A masuk dalam empat besar perguruan tinggi yang paling diminati di Indonesia sehingga mahasiswanya juga terjaring ketat.
Artinya, kata dia, mereka yang dikukuhkan sebagai mahasiswa baru Undip tahun ini adalah mereka yang telah berhasil lolos penjaringan mahasiswa Undip dari berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru.
"Ada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN), seleksi mandiri, Program Seleksi Siswa Berprestasi (PSSB), hingga International Graduate Program (IUP)," katanya.
Sementara itu, Rektor Undip Prof Yos Johan Utama mengatakan selama ini tidak pernah membatasi hak pendidikan setiap warga negara yang ingin menempuh pendidikan atau berkuliah di Undip.
Siapapun, kata Guru Besar Fakultas Hukum (FH) Undip itu, boleh masuk Undip, asalkan memenuhi kriteria dan lolos dalam penjaringan atau seleksi, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.
"Sekarang ini, Undip menerima tiga mahasiswa baru dari penyandang kebutuhan khusus. Mereka mampu dan lolos penjaringan masuk di Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) dan Fakultas Teknik (FT)," katanya.
Ia mengatakan mahasiswa baru merupakan bagian dari keluarga besar Undip yang bukan sebagai objek, melainkan subjek sehingga harus nyaman berada di kampus dengan dihargai, dibantu, dan dibimbing, bukan dipelonco atau "bullying".
"Kami akan memberikan sanksi tegas pada siapapun yang melakukan perpeloncoan terhadap mahasiswa baru. Kami akan minta pelaku mengundurkan diri atau terkena drop-out (DO) dari Undip," tegas Yos.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Jateng bantu biaya indekos 162 mahasiswa terdampak bencana Sumatra
15 January 2026 18:48 WIB
Temu wali mahasiswa PGSD UMS, dorong peran orang tua pantau prestasi akademik
15 January 2026 18:10 WIB
KKN Dik Plus Umroh, mahasiswa FKIP UMS dapat pengalaman global di Arab Saudi
15 January 2026 16:57 WIB
Mahasiswa UMS jadi satu-satunya dari Indonesia yang tembus konferensi terkemuka cyber security dunia
13 January 2026 13:28 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
UMS dorong inovasi pembelajaran matematika berbasis TIK untuk guru SMK Muhammadiyah Klaten
21 January 2026 13:57 WIB
Milad ke-16 HW UMS: Dari refleksi perjuangan menuju kader pemimpin yang berdampak
19 January 2026 14:12 WIB