Lima Laman Kontra Terorisme Lahir di Semarang
Kamis, 18 Mei 2017 14:45 WIB
Salah seorang Duta Damai Dunia Maya Semarang sedang memaparkan hasil pelatihan selama empat hari tentang upaya kontra propaganda terorisme "online" di Semarang (Foto: ANTARAJATENG.COM/ I.C.Senjaya)
Semarang, ANTARA JATENG - Lima laman internet berisi konten tentang kontra propaganda radikalisasi terorisme lahir dari pelatihan Duta Damai Dunia Maya yang digelar di Semarang.
Lima laman tersebut merupakan hasil dari pelatihan 60 anak muda yang secara resmi ditutup oleh Kepala Biro Umum Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen TNI Dadang Hendrayudha di Semarang, Kamis.
Ke-60 duta damai tersebut mengikuti pelatihan selama empat hari dengan materi tentang upaya penanggulangan terorisme melalui teknologi informasi di dunia maya.
Dadang Hendrayudha mengatakan program ini merupakan bentuk konsistensi BNPT untuk membangun Indonesia damai tanpa kekerasan dan terorisme.
Ia menuturkan dunia maya merupakan ruang tanpa batas dan kontrol yang berisi konten positif dan negatif.
"Selain konten positif, banyak pula konten negatif yang bernuansa provokatif, penanaman kebencian hingga ajakan terorisme," katanya.
Transformasi terorisme model baru yang fasih menggunakan internet, lanjut dia, merupakan tantangan tersendiri.
Pola baru terorisme, kata dia, meninggalkan cara lama yang lebih tertutup dan mengedepankan hubungan kekeluargaan dalam perekrutannya.
Fenomena baru, menurut dia, dengan digunakannya media daring dan media sosial sebagai sarana rekrutmen dan propaganda.
Kecanggihan terorisme "online" tersebut terletak pada kemampuan adaptasi yang dibungkus dalam segmentasi usia.
"Mereka mengincar anak muda, remaja," tambahnya.
Untuk menghadapinya, lanjut dia, butuh generasi yang cerdas teknologi.
Duta damai sebagai komunitas anak muda yang bertugas untuk kontra propaganda, katanya.
"Memanfaatkan anak muda untuk menjaga anak muda yang lain merupakan cara yang efektif," pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang Duta Damai Diah Amartiwi mengaku sangat bangga bisa menjadi salah satu agen kontra propaganda terorime tersebut.
Mahasiswa Stikes Telogorejo Semarang itu berhasil lolos seleksi untuk bisa ikut dalam pelatihan duta damai tersebut.
"Kami membagikan konten positif melalui berbagai bentuk, seperti video, artikel, meme dan sebagainya," kata Diah yang juga seorang blogger ini.
Setelah selesai pelatihan, kata dia, para duta ini akan terus bekerja secara daring maupun "offline" untuk mengampanyekan kedamaian.
Lima laman tersebut merupakan hasil dari pelatihan 60 anak muda yang secara resmi ditutup oleh Kepala Biro Umum Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen TNI Dadang Hendrayudha di Semarang, Kamis.
Ke-60 duta damai tersebut mengikuti pelatihan selama empat hari dengan materi tentang upaya penanggulangan terorisme melalui teknologi informasi di dunia maya.
Dadang Hendrayudha mengatakan program ini merupakan bentuk konsistensi BNPT untuk membangun Indonesia damai tanpa kekerasan dan terorisme.
Ia menuturkan dunia maya merupakan ruang tanpa batas dan kontrol yang berisi konten positif dan negatif.
"Selain konten positif, banyak pula konten negatif yang bernuansa provokatif, penanaman kebencian hingga ajakan terorisme," katanya.
Transformasi terorisme model baru yang fasih menggunakan internet, lanjut dia, merupakan tantangan tersendiri.
Pola baru terorisme, kata dia, meninggalkan cara lama yang lebih tertutup dan mengedepankan hubungan kekeluargaan dalam perekrutannya.
Fenomena baru, menurut dia, dengan digunakannya media daring dan media sosial sebagai sarana rekrutmen dan propaganda.
Kecanggihan terorisme "online" tersebut terletak pada kemampuan adaptasi yang dibungkus dalam segmentasi usia.
"Mereka mengincar anak muda, remaja," tambahnya.
Untuk menghadapinya, lanjut dia, butuh generasi yang cerdas teknologi.
Duta damai sebagai komunitas anak muda yang bertugas untuk kontra propaganda, katanya.
"Memanfaatkan anak muda untuk menjaga anak muda yang lain merupakan cara yang efektif," pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang Duta Damai Diah Amartiwi mengaku sangat bangga bisa menjadi salah satu agen kontra propaganda terorime tersebut.
Mahasiswa Stikes Telogorejo Semarang itu berhasil lolos seleksi untuk bisa ikut dalam pelatihan duta damai tersebut.
"Kami membagikan konten positif melalui berbagai bentuk, seperti video, artikel, meme dan sebagainya," kata Diah yang juga seorang blogger ini.
Setelah selesai pelatihan, kata dia, para duta ini akan terus bekerja secara daring maupun "offline" untuk mengampanyekan kedamaian.
Pewarta : I.C. Senjaya
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Metro Jaya benarkan dua laporan terhadap Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin
29 January 2026 9:18 WIB
Peacemaker Justice Award 2024: Kades dan Lurah Jadi garda damai di tengah masyarakat
24 November 2025 17:25 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Wagub Jateng: Pimpinan daerah terapkan pakta integritas pelayanan masyarakat
21 January 2026 19:10 WIB