Pemkab Banjarnegara Prioritaskan Enam Langkah Pembangunan
Selasa, 21 Maret 2017 22:07 WIB
Penjabat Bupati Banjarnegara Prijo Anggoro. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Humas Pemkab Banjarnegara)
Banjarnegara, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, memprioritaskan enam langkah pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kata Penjabat Bupati Banjarnegara Prijo Anggoro.
"Kami ingin mewujudkan masyarakat Banjarnegara yang sejahtera dan berdikari," katanya di Banjarnegara, Selasa.
Dia merinci enam langkah tersebut adalah penguatan infrastruktur, pemantapan reformasi birokrasi, pengembangan dunia usaha, pengembangan pariwisata, pemantapan ketahanan pangan, pendidikan, dan kesehatan, dan penanggulangan kemiskinan.
Enam langkah pembangunan tersebut, kata dia, akan diintensifkan pada 2018.
"Dengan keterbatasan kemampuan keuangan daerah ini, setiap pemangku kepentingan dalam pembangunan diharapkan lebih cermat dan lebih fokus menentukan priortas pembangunan," katanya.
Meski demikian, kata dia, tetap mengedepankan semangat efisiensi dan efektivitas penggunaannya.
Anggoro juga mengingatkan angka kemiskinan akan berkurang jika kebutuhan infrastruktur terpenuhi.
"Jika kebutuhan infrastruktur terpenuhi, maka kemisikinan otomatis akan berkurang, karena hal tersebut berkaitan dengan berbagai kebutuhan masyarakat kecil yang memanfaatkan infrastruktur sebagai sarana penunjang kegiatannya," katanya.
Bupati juga berharap pada 2018 angka kemiskinan di Banjarnegara dapat turun secara signifikan dibanding 2017.
"Kami berharap tahun 2018 dapat turun secara signifikan sehingga dapat berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskian di Jawa Tengah," katanya.
Untuk mencapai hal tersebut, kata dia, butuh komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan di Banjarnegara.
"Harus difokuskan pada wilayah yang masuk dalam kategori merah atau kantong-kantong kemiskinan," katanya.
"Kami ingin mewujudkan masyarakat Banjarnegara yang sejahtera dan berdikari," katanya di Banjarnegara, Selasa.
Dia merinci enam langkah tersebut adalah penguatan infrastruktur, pemantapan reformasi birokrasi, pengembangan dunia usaha, pengembangan pariwisata, pemantapan ketahanan pangan, pendidikan, dan kesehatan, dan penanggulangan kemiskinan.
Enam langkah pembangunan tersebut, kata dia, akan diintensifkan pada 2018.
"Dengan keterbatasan kemampuan keuangan daerah ini, setiap pemangku kepentingan dalam pembangunan diharapkan lebih cermat dan lebih fokus menentukan priortas pembangunan," katanya.
Meski demikian, kata dia, tetap mengedepankan semangat efisiensi dan efektivitas penggunaannya.
Anggoro juga mengingatkan angka kemiskinan akan berkurang jika kebutuhan infrastruktur terpenuhi.
"Jika kebutuhan infrastruktur terpenuhi, maka kemisikinan otomatis akan berkurang, karena hal tersebut berkaitan dengan berbagai kebutuhan masyarakat kecil yang memanfaatkan infrastruktur sebagai sarana penunjang kegiatannya," katanya.
Bupati juga berharap pada 2018 angka kemiskinan di Banjarnegara dapat turun secara signifikan dibanding 2017.
"Kami berharap tahun 2018 dapat turun secara signifikan sehingga dapat berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskian di Jawa Tengah," katanya.
Untuk mencapai hal tersebut, kata dia, butuh komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan di Banjarnegara.
"Harus difokuskan pada wilayah yang masuk dalam kategori merah atau kantong-kantong kemiskinan," katanya.
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Banjarnegara percepat pembangunan huntara korban longsor di Desa Pandanarum
08 January 2026 14:07 WIB
Pemkab Banjarnegara percepat huntara bagi penyintas bencana longsor Pandanarum
11 December 2025 16:01 WIB
Bank Jateng pacu pembangunan perumahan subsidi untuk dukung peningkatan ekonomi daerah
02 December 2025 19:15 WIB
Terpopuler - Liputan Khusus
Lihat Juga
Kemenhub Berencana Ajukan Naskah UU Angkutan Antarmoda bagi Pemudik Sepeda Motor
04 July 2017 15:56 WIB, 2017