Industri Pengolahan Penyumbang Terbesar Pajak di Jateng
Selasa, 21 Maret 2017 16:37 WIB
Kepala Kantor Wilayah DJP Jateng I Irawan (tengah) saat memberikan penjelasan mengenai capaian pajak di Jawa Tengah I (Foto: ANTARAJATENG.COM/Aris Wasita Widiastuti)
Semarang, ANTARA JATENG - Industri pengolahan hingga saat ini menjadi penyumbang terbesar penerimaan pajak di wilayah Jawa Tengah I, kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng I Irawan.
"Dari awal tahun hingga 20 Maret 2017, penerimaan pajak dari industri pengolahan mencapai Rp1,661 triliun atau meningkat sebesar 64,64 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yaitu Rp1,009 triliun," katanya di Semarang, Selasa.
Dengan capaian tersebut, sejauh ini industri pengolahan telah memberikan kontribusi sebesar 40,09 persen dari total penerimaan pajak.
Mengenai pertumbuhan dibandingkan periode sama tahun lalu, Irawan mengatakan hal itu merupakan bukti bahwa industri pengolahan di Jawa Tengah tumbuh positif.
"Kebanyakan untuk industri pengolahan di Jateng I adalah rokok, bahkan dari keseluruhan penerimaan pajak pada tahun lalu rokok memberikan kontribusi sebesar 26 persen," katanya.
Terkait hal itu, dia tidak memungkiri jika suatu saat industri rokok lesu akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap penerimaan pajak.
Oleh karena itu, pihaknya menilai perlu adanya penambahan jenis lapangan usaha khususnya di Jawa Tengah I.
Pihaknya mengatakan salah satunya mengenai pembangunan pabrik semen di Rembang seharusnya didukung karena dapat meningkatkan pendapatan pajak.
"Selain itu infrastruktur lain dan real estate, jika klasifikasi lapangan usaha yang lain tumbuh positif tentu akan berdampak baik pula bagi penerimaan pajak," katanya.
"Dari awal tahun hingga 20 Maret 2017, penerimaan pajak dari industri pengolahan mencapai Rp1,661 triliun atau meningkat sebesar 64,64 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yaitu Rp1,009 triliun," katanya di Semarang, Selasa.
Dengan capaian tersebut, sejauh ini industri pengolahan telah memberikan kontribusi sebesar 40,09 persen dari total penerimaan pajak.
Mengenai pertumbuhan dibandingkan periode sama tahun lalu, Irawan mengatakan hal itu merupakan bukti bahwa industri pengolahan di Jawa Tengah tumbuh positif.
"Kebanyakan untuk industri pengolahan di Jateng I adalah rokok, bahkan dari keseluruhan penerimaan pajak pada tahun lalu rokok memberikan kontribusi sebesar 26 persen," katanya.
Terkait hal itu, dia tidak memungkiri jika suatu saat industri rokok lesu akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap penerimaan pajak.
Oleh karena itu, pihaknya menilai perlu adanya penambahan jenis lapangan usaha khususnya di Jawa Tengah I.
Pihaknya mengatakan salah satunya mengenai pembangunan pabrik semen di Rembang seharusnya didukung karena dapat meningkatkan pendapatan pajak.
"Selain itu infrastruktur lain dan real estate, jika klasifikasi lapangan usaha yang lain tumbuh positif tentu akan berdampak baik pula bagi penerimaan pajak," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kudus anggarkan Rp4,2 miliar untuk bangun fasilitas pengolahan sampah RDF
27 November 2025 16:54 WIB
BRI Peduli Beri Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah di Bank Sampah Bogor
23 October 2025 18:55 WIB
KPK ungkap kasus dugaan korupsi kerja sama Antam-LCM berawal dari kerusakan mesin
22 October 2025 9:10 WIB
Pemkot Pekalongan gandeng investor Malaysia sepakat bangun sampah jadi energi
21 October 2025 21:12 WIB
Astra Daihatsu ambil bagian pada pengolahan sampah dan lingkungan di Solo Raya
20 October 2025 16:26 WIB
HMP Kesmas UMS edukasi pengelolaan limbah minyak jelantah untuk cegah pencemaran
15 October 2025 16:51 WIB
Inovasi Tim UMS ubah sisa pangan jadi pelet ikan untuk kurangi sampah organik
22 September 2025 16:45 WIB