Rupiah Ditransaksikan Rp13.354 per Dolar AS
Kamis, 23 Februari 2017 11:32 WIB
Seorang teller menghitung dolar di Kantor Pusat BNI, Jakarta. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, ANTARA JATENG - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan
antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak menjadi Rp13.354 per dolar
AS.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis mengatakan, yield obligasi global yang kembali turun mendorong performa pasar surat utang negara (SUN) meningkat walaupun dibayangi ekspektasi kenaikan inflasi.
"Kinerja SUN yang membaik mampu membuat mata uang rupiah relatif stabil dengan kecenderungan menguat terhadap dolar AS," katanya.
Ia menambahkan, dolar AS yang cenderung melemah turut membuka peluang bagi rupiah mengalami apresiasi di pasar valas domestik. Kebijakan Presiden AS Donald Trump yang belum pasti memengaruhi fluktuasi dolar AS.
"Walaupun notulensi pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menunjukkan mayoritas anggota the Fed menginginkan kenaikan suku bunga acuannya lebih cepat, baik dolar AS maupun yield obligasi AS sama-sama turun. Hal itu dikarenakan The Fed juga memasukkan faktor ketidakpastian kebijakan Trump," katanya.
Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk, Rully Nova menambahkan bahwa sentimen dari dalam negeri yang relatif cukup kondusif kembali direspons positif oleh pelaku pasar uang sehingga rupiah mengalami apresiasi.
"Sejumlah data ekonomi domestik yang telah dirilis seperti neraca perdagangan yang surplus serta menurunnya defisit transaksi berjalan Indonesia diharapkan dapat menopang rupiah ke depannya," katanya.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis mengatakan, yield obligasi global yang kembali turun mendorong performa pasar surat utang negara (SUN) meningkat walaupun dibayangi ekspektasi kenaikan inflasi.
"Kinerja SUN yang membaik mampu membuat mata uang rupiah relatif stabil dengan kecenderungan menguat terhadap dolar AS," katanya.
Ia menambahkan, dolar AS yang cenderung melemah turut membuka peluang bagi rupiah mengalami apresiasi di pasar valas domestik. Kebijakan Presiden AS Donald Trump yang belum pasti memengaruhi fluktuasi dolar AS.
"Walaupun notulensi pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menunjukkan mayoritas anggota the Fed menginginkan kenaikan suku bunga acuannya lebih cepat, baik dolar AS maupun yield obligasi AS sama-sama turun. Hal itu dikarenakan The Fed juga memasukkan faktor ketidakpastian kebijakan Trump," katanya.
Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk, Rully Nova menambahkan bahwa sentimen dari dalam negeri yang relatif cukup kondusif kembali direspons positif oleh pelaku pasar uang sehingga rupiah mengalami apresiasi.
"Sejumlah data ekonomi domestik yang telah dirilis seperti neraca perdagangan yang surplus serta menurunnya defisit transaksi berjalan Indonesia diharapkan dapat menopang rupiah ke depannya," katanya.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK jadwalkan pemeriksaan terhadap dua tersangka kasus kuota haji pada Senin ini
08 June 2026 10:15 WIB
Rakernas kokohkan peran strategis LKBN ANTARA dalam ekosistem informasi negara
06 June 2026 8:13 WIB
Terpopuler - NASIONAL
Lihat Juga
KPK jadwalkan pemeriksaan terhadap dua tersangka kasus kuota haji pada Senin ini
08 June 2026 10:15 WIB
BP BUMN harap Rakernas Perum LKBN ANTARA hasilkan pemikiran besar untuk bangsa
06 June 2026 8:11 WIB