Baterai Diduga Penyebab Samsung Galaxi Note 7 Meledak
Senin, 16 Januari 2017 11:18 WIB
Samsung Galaxy Note 7 (samsung.com)
Seoul ANTARA JATENG - Penyelidikan Samsung Electronics Co Ltd terhadap penyebab Samsung Galaxy Note 7 memercikan api hampir mendekati kesimpulan, baterai diduga menjadi penyebab utama, menurut seorang sumber kepada Reuters.
Pembuat ponsel terbesar dunia ini menunda penyelidikan kegagalan keamanan teknologi terbesar dalam sejarah teknologi karena sedang mempersiapkan peluncuran flagship Galaxy S8 dalam semester pertama tahun ini.
Pemodal dan analis berpendapat sangat penting bagi Samsung untuk memberikan penjelasan meyakinkan dan terperinci apa yang salah dengan Note 7 dan usaha mereka mencegah masalah tersebut terjadi kembali, demi mendapatkan kembali kepercayaan konsumen.
"Mereka harus memastikan mereka jujur dan meyakinkan lagi para pembeli bahwa hal ini tidak akan terjadi lagi," kata Bryan Ma, analis IDC di Singapura.
Hasil penyelidikan mereka kemungkinan akan diumumkan pada 23 Januari, sehari sebelum sebelum mereka memberikan penjelasan mengenai pendapatan selama empat kuartal, menurut sumber yang menolak memberikan identitas.
Koh Dong-jin, kepala bisnis mobile Samsung, disebut yang akan mengumumkan hasil tersebut sekaligus langkah yang diambil agar tidak terjadi di perangkat lainnya.
Perwakilan dari Samsung menolak berkomentar mengenai pernyataan tersebut.
Samsung menarik sekitar 2,5 juta Note 7 pada September lalu dan mengidentifikasi penyebab perangkat tersebut terbakar di salah satu pemasok mereka.
Samsung menyatakan Note 7s yang baru menggunakan baterai aman dari pemasok yang berbeda tetap menimbulkan api, membuat perusahaan tersebut harus menghentikan permanen penjualan perangkat.
(Baca juga: Samsung akan matikan semua unit Galaxy Note 7)
Pembuat ponsel terbesar dunia ini menunda penyelidikan kegagalan keamanan teknologi terbesar dalam sejarah teknologi karena sedang mempersiapkan peluncuran flagship Galaxy S8 dalam semester pertama tahun ini.
Pemodal dan analis berpendapat sangat penting bagi Samsung untuk memberikan penjelasan meyakinkan dan terperinci apa yang salah dengan Note 7 dan usaha mereka mencegah masalah tersebut terjadi kembali, demi mendapatkan kembali kepercayaan konsumen.
"Mereka harus memastikan mereka jujur dan meyakinkan lagi para pembeli bahwa hal ini tidak akan terjadi lagi," kata Bryan Ma, analis IDC di Singapura.
Hasil penyelidikan mereka kemungkinan akan diumumkan pada 23 Januari, sehari sebelum sebelum mereka memberikan penjelasan mengenai pendapatan selama empat kuartal, menurut sumber yang menolak memberikan identitas.
Koh Dong-jin, kepala bisnis mobile Samsung, disebut yang akan mengumumkan hasil tersebut sekaligus langkah yang diambil agar tidak terjadi di perangkat lainnya.
Perwakilan dari Samsung menolak berkomentar mengenai pernyataan tersebut.
Samsung menarik sekitar 2,5 juta Note 7 pada September lalu dan mengidentifikasi penyebab perangkat tersebut terbakar di salah satu pemasok mereka.
Samsung menyatakan Note 7s yang baru menggunakan baterai aman dari pemasok yang berbeda tetap menimbulkan api, membuat perusahaan tersebut harus menghentikan permanen penjualan perangkat.
(Baca juga: Samsung akan matikan semua unit Galaxy Note 7)
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diduga digunakan untuk pesta waria tempat hiburan malam di Pekanbaru disegel
05 February 2026 9:08 WIB
Hasil observasi tim medis puluhan siswa SMA 2 Kudus yang diduga keracunan MBG harus jalani rawat inap
30 January 2026 11:00 WIB
Pemkab bersama TNI/Polri gerak cepat tangani 70 siswa SMA Negeri 2 Kudus diduga keracunan
29 January 2026 13:25 WIB
Dinkes: 658 orang di Kabupaten Grobogan diduga terdampak keracunan MBG di sejumlah sekolah
11 January 2026 20:48 WIB
Seorang pengunjung mal di Solo diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai 4
30 November 2025 21:37 WIB
Komisi III Kabupaten Tegal tinjau PT Mitra Sentra Manunggal, diduga langgar aturan
18 October 2025 6:32 WIB
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Xiaomi Indonesia kenalkan strategi integrasikan manusia, mobil, dan rumah
31 May 2024 16:17 WIB, 2024