Ban Pecah Diduga Penyebab Kecelakaan Tewaskan 16 Orang
Selasa, 6 September 2016 10:46 WIB
ILustrasi ban mobil pecah. Foto: otomania.com
Batang, Antara Jateng - Kepolisian Resor Batang bersama Kepolisian Daerah Jawa Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara pada kasus kecelakaan tunggal di Desa Baron, Kecamatan Bawang, yang menewaskan belasan korban dan puluhan luka-luka, Selasa.
Kepala Polres Batang AKBP Joko Wiyono mengatakan bahwa dari hasil penyelidikan sementara kasus kecelakaan yang menewaskan 16 korban ini karena ban mobil pecah.
"Dugaan sementara, kasus kecelakaan itu karena mobil pick-up sarat penumpang itu mengalami pecah ban. Akibatnya, sopir tidak mampu mengendalikan mobil itu dan terguling hingga masuk jurang," katanya.
Berdasar data, jumlah korban bertambah menjadi 16, antara lain Hasan Saleh (7), Mariyati (35), Suriyah (35), Bima (11), Vika (9), Rina (3), Ginah (55), Walil (45), Megi (7), Alfiah (26), Romyati (45), dan Manisih (40).
Saat ini, korban luka-luka yang dirawat di Rumah Umum Daerah Kalisari Batang, ada 10 korban terdiri atas delapan korban luka, satu rawat jalan, dan satu meninggal dunia.
Sopir mobil Samaan (53), warga Desa Sibebek, Kecamatan Bawang, masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Qolbu Insan Mulia (QIM) Batang.
Kepala Perwakilan Jasa Raharja Cabang Pekalongan, Saptana mengatakan semua korban kecelakaan tidak mendapat santunan karena mereka tidak terjamin pada peserta Jasa Raharja.
"Mereka tidak mendapatkan santunan Jasa Raharja karena mobil mengalami kecelakaan tunggal," katanya.
Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo mengatakan pemkab akan memberikan bantuan santunan pada korban meninggal dunia dan biaya perawatan gratis di rumah sakit pada korban luka.
"Kami priharin dengan kasus kecelakaan itu. Oleh karena, kami telah menyiapkan anggaran bantuan untuk santunan pada korban meninggal dunia dan biaya pengobatan gratis pada korban luka," katanya.
RALAT: Berita ini merupakan perbaikan berita sebelumnya yang tertulis jumlah korban 12 orang. Dengan demikian kesalahan diperbaiki.
Kepala Polres Batang AKBP Joko Wiyono mengatakan bahwa dari hasil penyelidikan sementara kasus kecelakaan yang menewaskan 16 korban ini karena ban mobil pecah.
"Dugaan sementara, kasus kecelakaan itu karena mobil pick-up sarat penumpang itu mengalami pecah ban. Akibatnya, sopir tidak mampu mengendalikan mobil itu dan terguling hingga masuk jurang," katanya.
Berdasar data, jumlah korban bertambah menjadi 16, antara lain Hasan Saleh (7), Mariyati (35), Suriyah (35), Bima (11), Vika (9), Rina (3), Ginah (55), Walil (45), Megi (7), Alfiah (26), Romyati (45), dan Manisih (40).
Saat ini, korban luka-luka yang dirawat di Rumah Umum Daerah Kalisari Batang, ada 10 korban terdiri atas delapan korban luka, satu rawat jalan, dan satu meninggal dunia.
Sopir mobil Samaan (53), warga Desa Sibebek, Kecamatan Bawang, masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Qolbu Insan Mulia (QIM) Batang.
Kepala Perwakilan Jasa Raharja Cabang Pekalongan, Saptana mengatakan semua korban kecelakaan tidak mendapat santunan karena mereka tidak terjamin pada peserta Jasa Raharja.
"Mereka tidak mendapatkan santunan Jasa Raharja karena mobil mengalami kecelakaan tunggal," katanya.
Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo mengatakan pemkab akan memberikan bantuan santunan pada korban meninggal dunia dan biaya perawatan gratis di rumah sakit pada korban luka.
"Kami priharin dengan kasus kecelakaan itu. Oleh karena, kami telah menyiapkan anggaran bantuan untuk santunan pada korban meninggal dunia dan biaya pengobatan gratis pada korban luka," katanya.
RALAT: Berita ini merupakan perbaikan berita sebelumnya yang tertulis jumlah korban 12 orang. Dengan demikian kesalahan diperbaiki.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jembatan kaca di Banyumas pecah, Polresta Banyumas ambil rekaman CCTV
25 October 2023 19:34 WIB, 2023