BNPT: Pemuda tidak tinggal diam Menghadapi Propaganda Radikal Terorisme
Kamis, 21 Juli 2016 16:37 WIB
Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT Mayjen (TNI) Abdul Rahman Kadir. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Jakarta, Antara Jateng - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak generasi muda meramaikan dunia maya dengan konten damai untuk mengimbangi propaganda kelompok radikal.
"Kalau tidak kita imbangi dan lawan dengan konten kedamaian, maka kelompok minoritas dengan konten negatif itu akan unggul," kata Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT Mayjen (TNI) Abdul Rahman Kadir sebagaimana dikutip dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.
Abdur Rahman mengemukakan hal itu saat menutup Workshop Pelatihan Duta Damai Dunia Maya Yogyakarta 2016 yang digelar selama tiga hari, 19-21 Juli, di Yogyakarta.
"Intinya, ayo bekerja keras dan tidak tinggal diam menghadapi proganda radikal terorisme di dunia maya," kata mantan Sestama BNPT itu.
Workshop itu diikuti peserta 60 orang yang terbagi dalam tiga kelompok, yaitu IT 10 orang, DKV 20 orang, dan blogger 30 orang.
Selain dibekali pengetahuan membuat tulisan, meme, dan video, peserta juga dibekali motivasi oleh seniman Dik Doank dan mantan teroris Ali Fauzi Manzi. Mereka juga dibekali pengetahuan menggunakan media sosial yang efektif dari Twitter Indonesia Agung Yudha.
Workshop itu menghasilkan lima website damai, yaitu www.satu.dutadamai.id, www.ayog.dutadamai.id, www.gabung.dutadamai.id, www.pojok.dutadamai.id, www.jihadis.dutadamai.id. Kelima website itu terintegrasi dengan portal damai BNPT yang dikelola oleh Pusat Media Damai (PMD) BNPT.
Tahun ini, kata Abdul Rahman, Pelatihan Duta Damai Dunia Maya dilaksanakan di lima kota. Sebelum di Yogyakarta telah digelar tiga pelatihan di Medan, Makassar, dan Jakarta. Ia berharap tahun depan bisa menggelar kegiatan serupa di banyak kota lainnya.
Kasubdit Pengawasan dan Kontra Propaganda BNPT Kolonel TNI Dadang Hendrayudha menambahkan duta damai dunia maya akan terhubung dengan grup messengers antara PMD dan duta damai dalam rangka berbagi informasi dan konten. Selain itu, komunikasi aktif akan terjalin demi menggaungkan perdamaian melalui dunia maya.
"Harapannya kelima website Yogyakarta ini bisa langsung eksis dan lebih kreatif dibandingkan rekan-rekan sebelumnya di Medan, Makassar, dan Jakarta," kata Dadang.
"Kalau tidak kita imbangi dan lawan dengan konten kedamaian, maka kelompok minoritas dengan konten negatif itu akan unggul," kata Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT Mayjen (TNI) Abdul Rahman Kadir sebagaimana dikutip dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.
Abdur Rahman mengemukakan hal itu saat menutup Workshop Pelatihan Duta Damai Dunia Maya Yogyakarta 2016 yang digelar selama tiga hari, 19-21 Juli, di Yogyakarta.
"Intinya, ayo bekerja keras dan tidak tinggal diam menghadapi proganda radikal terorisme di dunia maya," kata mantan Sestama BNPT itu.
Workshop itu diikuti peserta 60 orang yang terbagi dalam tiga kelompok, yaitu IT 10 orang, DKV 20 orang, dan blogger 30 orang.
Selain dibekali pengetahuan membuat tulisan, meme, dan video, peserta juga dibekali motivasi oleh seniman Dik Doank dan mantan teroris Ali Fauzi Manzi. Mereka juga dibekali pengetahuan menggunakan media sosial yang efektif dari Twitter Indonesia Agung Yudha.
Workshop itu menghasilkan lima website damai, yaitu www.satu.dutadamai.id, www.ayog.dutadamai.id, www.gabung.dutadamai.id, www.pojok.dutadamai.id, www.jihadis.dutadamai.id. Kelima website itu terintegrasi dengan portal damai BNPT yang dikelola oleh Pusat Media Damai (PMD) BNPT.
Tahun ini, kata Abdul Rahman, Pelatihan Duta Damai Dunia Maya dilaksanakan di lima kota. Sebelum di Yogyakarta telah digelar tiga pelatihan di Medan, Makassar, dan Jakarta. Ia berharap tahun depan bisa menggelar kegiatan serupa di banyak kota lainnya.
Kasubdit Pengawasan dan Kontra Propaganda BNPT Kolonel TNI Dadang Hendrayudha menambahkan duta damai dunia maya akan terhubung dengan grup messengers antara PMD dan duta damai dalam rangka berbagi informasi dan konten. Selain itu, komunikasi aktif akan terjalin demi menggaungkan perdamaian melalui dunia maya.
"Harapannya kelima website Yogyakarta ini bisa langsung eksis dan lebih kreatif dibandingkan rekan-rekan sebelumnya di Medan, Makassar, dan Jakarta," kata Dadang.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemuda Kudus diajak teladani semangat juang pahlawan dengan giat belajar dan berkarya
10 November 2025 10:16 WIB
Momentum Sumpah Pemuda, bupati Kudus dorong semangat belajar dan hormati guru
28 October 2025 13:49 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Korlantas Polri kolaborasi dengan Senkom Mitra Polri bangun keselamatan berlalu lintas
21 January 2026 22:07 WIB
Lihat Juga
Zulkifli Hasan Berharap Jakarta Kembali Tenang dan Damai Setelah Pilkada
02 February 2017 6:50 WIB, 2017
Agus: Saya hanya Sampaikan "Salam Hormat" ke Pak Maruf dan Pengurus PBNU
01 February 2017 19:04 WIB, 2017
" Presiden Jokowi Ingin Bertemu Saya, Tapi Dilarang Dua-Tiga di Sekeliling Beliau," Kata SBY
01 February 2017 18:35 WIB, 2017
Tim Anies-Sandi: Kegiatan PT MWS pada Masyarakat Tentang Reklamasi Pulau G Memaksakan Ambisi
01 February 2017 17:17 WIB, 2017
Setnov: NU Salalu Hadir sebagai Organisasi yang Suarakan Perdamaian dan Kesejukan
01 February 2017 16:41 WIB, 2017
Ahok Menyayangkan ada Pihak yang Mengadu Domba bahwa Dia Menghina Integritas PBNU
01 February 2017 16:12 WIB, 2017
Din: Tudingan Ahok Terhadap Maruf Bernada Sarkastik dan Sangat Menghina
01 February 2017 15:58 WIB, 2017
SBY perlu Klarifikasi Pernyataan Kuasa Hukum Ahok yang Mengkaitkan Fatwa MUI
01 February 2017 14:56 WIB, 2017