Lawan Lonjakan Kolesterol Jahat dengan Teh Pahit
Kamis, 14 Juli 2016 9:29 WIB
Ilustrasi hasil pemeriksaan kadar kholesterol dalam darah. (antaranews.com/grafis)
Jakarta, Antara Jateng - Konsumsi teh pahit bisa membantu mengatasi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh sehabis konsumsi makanan mengandung kolesterol semisal udang dan kepiting, menurut ahli nutrisi dari Universitas Indonesia, Dr Saptawati Bardosono.
"Minum teh pahit bisa membantu (mengatasi kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam tubuh). Dalam teh ada kandungan zat aktifnya," ujar dia saat dihubungi ANTARA News, Selasa.
Lebih lanjut, Saptawati atau akrab disapa Tati itu mengatakan kadar kolesterol jahat juga dapat diantisipasi dengan melakukan aktivitas fisik dan olahraga.
"Kadar kolesterol jahat dapat diantisipasi dengan aktivitas fisik dan olah raga agar kolesterol baik meningkat dan kolesterol jahat dapat dibersihkan dari sirkulasi darah," kata dia.
Selain itu, saat mengkonsumsi makanan mengandung kolesterol sebaiknya imbangi dengan asupan sayuran dan buah-buahan, karena kandungan serat dan fitosterolnya dapat menghambat penyerapan lemak di usus.
"Imbangi dengan makan sayur dan buah untuk mendapatkan serat dan fitosterol sehingga dapat menghambat penyerapan lemak di usus," pungkas Tati.
Kadar kolesterol jahat yang tinggi bisa menyebabkan penyebab jantung koroner. Hanya saja, kondisi ini seringkali tak menimbulkan gejala apapun bagi penderitanya.
Pola hidup tak sehat terutama di usia 25 tahun ditenggarai menjadi salah satu kontributor penyebab tingginya kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Kadar kolesterol dikategorikan normal bila berada pada angka di bawah 200 mg d/L, yakni terdiri dari LDL atau kolesterol jahat di bawah 130 mg d/L dan HDL atau kolesterol di atas 40 mg d/L.
"Minum teh pahit bisa membantu (mengatasi kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam tubuh). Dalam teh ada kandungan zat aktifnya," ujar dia saat dihubungi ANTARA News, Selasa.
Lebih lanjut, Saptawati atau akrab disapa Tati itu mengatakan kadar kolesterol jahat juga dapat diantisipasi dengan melakukan aktivitas fisik dan olahraga.
"Kadar kolesterol jahat dapat diantisipasi dengan aktivitas fisik dan olah raga agar kolesterol baik meningkat dan kolesterol jahat dapat dibersihkan dari sirkulasi darah," kata dia.
Selain itu, saat mengkonsumsi makanan mengandung kolesterol sebaiknya imbangi dengan asupan sayuran dan buah-buahan, karena kandungan serat dan fitosterolnya dapat menghambat penyerapan lemak di usus.
"Imbangi dengan makan sayur dan buah untuk mendapatkan serat dan fitosterol sehingga dapat menghambat penyerapan lemak di usus," pungkas Tati.
Kadar kolesterol jahat yang tinggi bisa menyebabkan penyebab jantung koroner. Hanya saja, kondisi ini seringkali tak menimbulkan gejala apapun bagi penderitanya.
Pola hidup tak sehat terutama di usia 25 tahun ditenggarai menjadi salah satu kontributor penyebab tingginya kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Kadar kolesterol dikategorikan normal bila berada pada angka di bawah 200 mg d/L, yakni terdiri dari LDL atau kolesterol jahat di bawah 130 mg d/L dan HDL atau kolesterol di atas 40 mg d/L.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diktilitbang PP Muhammadiyah sebut lonjakan guru besar jadi bukti UMS pada mutu pendidikan tinggi
21 January 2026 13:54 WIB
BI tingkatkan edukasi keuangan untuk antisipasi lonjakan pinjol pada pelajar
08 December 2025 16:57 WIB
Psikologi UMS soroti lonjakan kasus bullying di Indonesia dengan gaungkan isu Sekolah Ramah
01 December 2025 17:06 WIB
Cegah lonjakan harga, satgas gabungan pantau beras hingga ke tingkat ritel di Banyumas
22 October 2025 16:46 WIB
Smartfren catat lonjakan trafik tertinggi di Bandung, Yogya, dan Semarang
09 January 2025 17:23 WIB, 2025