Mahasiswa ITS Buat Sandal Khusus Tunanetra
Rabu, 22 Juni 2016 10:38 WIB
ilustrasi Double S, sepatu sekaligus sandal buatan tim SMKN 6 Jakarta dalam lomba Indonesia Student Company Competition 2015 (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)
Surabaya, Antara Jateng - Lima mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuat sandal khusus tunanetra yang memudahkan aktivitas penyandang tunanetra bernama "Santun" atau Sandal Tunanetra.
Ketua tim Santun, Ade Ria Hasanah di Surabaya, Selasa mengatakan sandal khusus tunanetra itu dilengkapi sensor berbasis Android, untuk menuntun jalan pengguna agar dapat mengetahui halangan jalan yang ada di depannya.
"Selama ini para penyandang tunanetra hanya dibantu tongkat, sehingga kurang praktis. Dengan adanya Santun yang memiliki bahan empuk, maka mereka akan terbantu," kata mahasiswa Jurusan Matematika.
Ia mengatakan sandal yang empuk itu dapat dimodifikasi, sehingga sensor berbasis android dapat ditanam di dalamnya. Di dalam Santun, tertanam sensor jarak tipe HC-SR04 dan mikrokontroler.
"Kami memang tidak membuat sandal sendiri, tetapi kami beli sandal yang sudah ada di pasaran, lalu kami lubangi untuk meletakkan sensor dan mikrokontroler sekaligus bluetooth, serta baterai berukuran kecil sebagai pemasok energy," katanya.
Menurut dia, pada bagian kiri dan kanan diletakkan sensor jarak tipe HC-SR04 yang bisa mendeteksi rintangan hingga jarak 5 meter. Sensor ini akan menginformasikan pengguna lewat suara untuk berhati-hati jika di kiri atau kanan terdapat rintangan.
Melalui suara itulah, lanjutnya pengguna akan mengatahui ada tidaknya rintangan baik di kiri, kanan, dan depan. Jika ada rintangan di kanan atau dikiri, sensor akan berbunyi "awas kanan" atau "awas kiri".
"Jadi pengguna bisa mengetahui objek di depan melalui suara. Itu memudahkan mereka untuk menghindari sesuatu," ujar mahasiswa semester IV tersebut.
Eka Cahya Putera Sukandar menambahkan, sandal itu perlu diteliti lebih lanjut. Sandal baru bisa diaplikasikan di daerah kering, namun jika terkena air akan korslet.
"Penelitian yang didanai Kemenristek Dikti dalam PKM Karsa Cipta tersebut tidak membutuhkan dana besar. Pengguna sandal itu hanya perlu mengeluarkan dana di bawah Rp1 juta," tandasnya.
Ketua tim Santun, Ade Ria Hasanah di Surabaya, Selasa mengatakan sandal khusus tunanetra itu dilengkapi sensor berbasis Android, untuk menuntun jalan pengguna agar dapat mengetahui halangan jalan yang ada di depannya.
"Selama ini para penyandang tunanetra hanya dibantu tongkat, sehingga kurang praktis. Dengan adanya Santun yang memiliki bahan empuk, maka mereka akan terbantu," kata mahasiswa Jurusan Matematika.
Ia mengatakan sandal yang empuk itu dapat dimodifikasi, sehingga sensor berbasis android dapat ditanam di dalamnya. Di dalam Santun, tertanam sensor jarak tipe HC-SR04 dan mikrokontroler.
"Kami memang tidak membuat sandal sendiri, tetapi kami beli sandal yang sudah ada di pasaran, lalu kami lubangi untuk meletakkan sensor dan mikrokontroler sekaligus bluetooth, serta baterai berukuran kecil sebagai pemasok energy," katanya.
Menurut dia, pada bagian kiri dan kanan diletakkan sensor jarak tipe HC-SR04 yang bisa mendeteksi rintangan hingga jarak 5 meter. Sensor ini akan menginformasikan pengguna lewat suara untuk berhati-hati jika di kiri atau kanan terdapat rintangan.
Melalui suara itulah, lanjutnya pengguna akan mengatahui ada tidaknya rintangan baik di kiri, kanan, dan depan. Jika ada rintangan di kanan atau dikiri, sensor akan berbunyi "awas kanan" atau "awas kiri".
"Jadi pengguna bisa mengetahui objek di depan melalui suara. Itu memudahkan mereka untuk menghindari sesuatu," ujar mahasiswa semester IV tersebut.
Eka Cahya Putera Sukandar menambahkan, sandal itu perlu diteliti lebih lanjut. Sandal baru bisa diaplikasikan di daerah kering, namun jika terkena air akan korslet.
"Penelitian yang didanai Kemenristek Dikti dalam PKM Karsa Cipta tersebut tidak membutuhkan dana besar. Pengguna sandal itu hanya perlu mengeluarkan dana di bawah Rp1 juta," tandasnya.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Undip dan ITS raih juara pada Kontes Mobil Hemat Energi 2025 di Universitas Jember
27 October 2025 10:21 WIB
Hadiri Forum ITS, Pj. Wali Kota: Tegal siap terapkan transportasi cerdas
28 May 2024 20:51 WIB, 2024
Mobil listrik buatan Universitas Budi Luhur dan ITS disiapkan terjun ke Rally Dakar
13 November 2018 8:22 WIB, 2018
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB