Sensor 3D Membuat Robot jadi Bersahabat
Rabu, 27 April 2016 9:35 WIB
(NEDO)
Oslo, Norwegia, Antara Jateng - Para peneliti Norwegia tengah berusaha
membantu menghindarkan tabrakan di tempat kerja industri dengan
mengembangkan serangkaian algoritma yang membuat lengan robot
beradaptasi dengan objek-objek bergerak dalam hitungan milidetik.
Sebuah tim pada organisasi riset independen SINTEF di Norwegia mengombinasikan sebuah lengan robot industri yang sudah ada dengan sensor 3D dalam membantu robot itu mendeteksi objek-objek di ruangan sekelilingnya.
Sensor ini mengirimkan data ke sebuah komputer yang memproses data dan informasi itu kemudian dikirim balik ke langan robot yang bergerak cepat jika sedang berada di jalur tabrakan.
Bersama robot-robot industrial yang ada yang menurut tim SINTEF biasanya berbobot beberapa ton dan biasanya di dalam lampiran jejaring, penghitungan pembaruan gerakan bisa memerlukan waktu hitungan detik.
Seraya menunjukkan kerja tim, peneliti SINTEF Oystein Hov Holhjem meletakkan lengannya di sisi lengan robot sensitif dan ternyata robot itu bergerak pelan ke arah lain.
"Saya bisa meletakkan tangan saya di sini dan robot itu akan dengan cepat bereaksi," kata dia kepada Reuters dalam unjuk kebolehan robot itu. "Robot ini bisa merencanakan jalur baru dari posisi saat ini sepanjang arahnya dalam waktu kurang dari 20 milidetik."
Time SINTEF saat ini berencana menjual konsep ini kepada sektor industri, demikian Reuters.
Sebuah tim pada organisasi riset independen SINTEF di Norwegia mengombinasikan sebuah lengan robot industri yang sudah ada dengan sensor 3D dalam membantu robot itu mendeteksi objek-objek di ruangan sekelilingnya.
Sensor ini mengirimkan data ke sebuah komputer yang memproses data dan informasi itu kemudian dikirim balik ke langan robot yang bergerak cepat jika sedang berada di jalur tabrakan.
Bersama robot-robot industrial yang ada yang menurut tim SINTEF biasanya berbobot beberapa ton dan biasanya di dalam lampiran jejaring, penghitungan pembaruan gerakan bisa memerlukan waktu hitungan detik.
Seraya menunjukkan kerja tim, peneliti SINTEF Oystein Hov Holhjem meletakkan lengannya di sisi lengan robot sensitif dan ternyata robot itu bergerak pelan ke arah lain.
"Saya bisa meletakkan tangan saya di sini dan robot itu akan dengan cepat bereaksi," kata dia kepada Reuters dalam unjuk kebolehan robot itu. "Robot ini bisa merencanakan jalur baru dari posisi saat ini sepanjang arahnya dalam waktu kurang dari 20 milidetik."
Time SINTEF saat ini berencana menjual konsep ini kepada sektor industri, demikian Reuters.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS dorong ekonomi sirkular Desa Mulur lewat inovasi 3D printing sampah plastik
21 December 2025 17:23 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB