Astronot Inggris Lari Maraton di Antariksa
Senin, 25 April 2016 8:43 WIB
Ilustrasi - Astronot AS berpartisipasi dalam spacewalk (berjalan di luar angkasa) (REUTERS/NASA/Handout)
Jakarta, Antara Jateng - Astronot Inggris Tim Peake menjadi orang
pertama yang menyelesaikan maraton di antariksa pada Minggu (24/4),
berlari 26,2 mil dengan badan terikat di treadmill di dalam Stasiun Antariksa Internasional (ISS).
Sebagai bagian dari London Marathon, lomba lari dengan massa terbesar di Inggris, antariksawan 44 tahun itu melihat jalanan London di bawah kakinya dalam waktu seketika pada sebuah iPad saat lebih dari 37.000 pelari secara serempak berlari di jalanan di bawahnya.
Peake menempuh jarak itu dalam tiga jam 35 menit 21 detik, terpaut jauh dari waktu yang dicatat pelari pemenang marathon sebenarnya asal Kenya Eliud Kipchoge, dua jam tiga menit dan lima detik.
Upaya Peake menempuh jarak itu di tempat bergravitasi nol, saat berada di luar dunia ini, masih lebih lebih lambat daripada waktu yang dia catatkan sebagai pelari ultra-fit di Bumi, tiga jam 18 menit 50 detik pada 1999.
Dalam tugas enam bulannya di ISS, astronot itu menjadi pemula resmi lomba, mengirim ucapan selamat bertanding kepada para pelari lewat pesan video dari stasiun antariksa dan mengakhirinya dengan: "Saya berharap bisa melihat kalian semua di garis finis."
Seperti dilansir kantor berita Reuters, dia juga mengunggah foto ibu kota Inggris dari antariksa ke akun Twitter disertai pesan "Hello #London! Fancy a run? :)".
Kemudian dia memulai aksinya dengan mengikat punggung dan pinggang menggunakan tali elastik untuk menjaga kontak dengan sabuk lari dalam kondisi tanpa beban saat dia berlari.
Sebagai bagian dari London Marathon, lomba lari dengan massa terbesar di Inggris, antariksawan 44 tahun itu melihat jalanan London di bawah kakinya dalam waktu seketika pada sebuah iPad saat lebih dari 37.000 pelari secara serempak berlari di jalanan di bawahnya.
Peake menempuh jarak itu dalam tiga jam 35 menit 21 detik, terpaut jauh dari waktu yang dicatat pelari pemenang marathon sebenarnya asal Kenya Eliud Kipchoge, dua jam tiga menit dan lima detik.
Upaya Peake menempuh jarak itu di tempat bergravitasi nol, saat berada di luar dunia ini, masih lebih lebih lambat daripada waktu yang dia catatkan sebagai pelari ultra-fit di Bumi, tiga jam 18 menit 50 detik pada 1999.
Dalam tugas enam bulannya di ISS, astronot itu menjadi pemula resmi lomba, mengirim ucapan selamat bertanding kepada para pelari lewat pesan video dari stasiun antariksa dan mengakhirinya dengan: "Saya berharap bisa melihat kalian semua di garis finis."
Seperti dilansir kantor berita Reuters, dia juga mengunggah foto ibu kota Inggris dari antariksa ke akun Twitter disertai pesan "Hello #London! Fancy a run? :)".
Kemudian dia memulai aksinya dengan mengikat punggung dan pinggang menggunakan tali elastik untuk menjaga kontak dengan sabuk lari dalam kondisi tanpa beban saat dia berlari.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa KKN DIK FKIP UMS perkuat kemampuan Bahasa Inggris siswa lewat English Literature Club
28 February 2026 13:18 WIB
Alumni UMS buktikan Bahasa Inggris bisa dipelajari dari aktivitas sehari-hari
05 January 2026 11:31 WIB
Doktor baru UMS presentasikan disertasi soal bahan ajar Bahasa Inggris Berbasis Konten Lokal
10 December 2025 15:09 WIB
UMS siapkan mahasiswa baru dengan penguatan nilai Islami dan Bahasa Inggris
06 September 2025 17:26 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB