"Selama ini mereka masih kesulitan dalam memasarkan ikan hias di tingkat lokal, sedangkan skala regional mereka sudah berupaya memasarkannya lewat media sosial," ujarnya di Kudus, Selasa.
Bahkan, kata dia, beberapa pembudidaya ikan hias sudah berhasil menjual ikan hiasnya hingga ke Yogyakarta.
Hanya saja, lanjut dia, agar semakin dikenal, termasuk masyarakat lokal perlu disediakan pasar khusus untuk memasarkannya.
Jika hanya mengandalkan pemasaran di rumahnya masing-masing, kata dia, untuk bersaing dengan daerah lain tentu kesulitan karena beberapa daerah sudah lebih dikenal.
Untuk merealisasikan gagasan pasar ikan hias, kata dia, sudah dikoordinasikan dengan Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus.
Hanya saja, kata dia, kewenangan untuk membangun pasar berada pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus.
Saat ini, lanjut dia, jumlah pembudidaya ikan hias di Kudus mencapai 27 pembudidaya ikan hias.
"Mereka juga sudah dibentuk paguyuban karena Dinas Pertanian juga membantu mengajari mereka cara membuat pakan ikan mandiri," ujarnya.
Bahkan, kata dia, beberapa pembudidaya ikan hias sudah berhasil menjual ikan hiasnya hingga ke Yogyakarta.
Hanya saja, lanjut dia, agar semakin dikenal, termasuk masyarakat lokal perlu disediakan pasar khusus untuk memasarkannya.
Jika hanya mengandalkan pemasaran di rumahnya masing-masing, kata dia, untuk bersaing dengan daerah lain tentu kesulitan karena beberapa daerah sudah lebih dikenal.
Untuk merealisasikan gagasan pasar ikan hias, kata dia, sudah dikoordinasikan dengan Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus.
Hanya saja, kata dia, kewenangan untuk membangun pasar berada pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus.
Saat ini, lanjut dia, jumlah pembudidaya ikan hias di Kudus mencapai 27 pembudidaya ikan hias.
"Mereka juga sudah dibentuk paguyuban karena Dinas Pertanian juga membantu mengajari mereka cara membuat pakan ikan mandiri," ujarnya.