Mars Bisa Punya Cincin
Minggu, 29 November 2015 14:38 WIB
Phobos, bulan planet Mars, terlihat melintas di orbit matahari pada sol (hari Mars) 37 atau 13 September 2012 dalam foto handout NASA dari penjelajah Mars Curiosity (REUTERS/NASA/JPL-Caltech/MSSS/Handout)
"Salah satu faktor utamanya karena Phobos menabrak Mars atau kehilangan kekuatannya. Bila Phobos terlalu lemah untuk menahan tekanan gelombang, kami kira dia akan pecah," kata mahasiswa master pada Universitas California, Tushar Mittal, yang juga salah satu penulis penelitian yang dimuat jurnal Nature Geoscience, dalam laman Live Science.
Phobos mengitari Planet Merah secara cepat dan naik setiap hari Mars.
Bulan ini bergerak mendekat ke induknya, 2 meter dalam satu abad, penelitian sebelumnya memperkirakan bulan ini akan menabrak permukaan Mars dalam 30-50 juta tahun.
Tetapi, setelah mempelajari tekanan Mars terhadap Phobos, Mittal dan dan peneliti pascasarjana Universitas California Berkeley Benjamin Black, melihat kondisi yang berbeda: Phobs akan hancur akibat gravitasi Mars.
Di Bumi, gravitasi Bulan menyebabkan gelombang pasang naik dan pasang surut di laut. Meski tidak ada laut di Bulan, gravitasi Bumi terhadap Bulan juga disebut "daya gelombang".
Phobos, juga bulan lainnya di tata surya, juga merasakan daya gelombang dari planet induknya.
Setelah membandingkan dengan beberapa satelit, Black dan Mittal menemukan bahwa Phobos terbuat dari batuan berpori yang rusak berat hingga ke bagian dalam.
Setelah mempelajari tekanan gelombang Mars terhadap Phobos, mereka menemukan bulan tersebut akan pecah dalam 20-40 juta tahun lalu membentuk cincin debu di sekeliling planet.
Phobos mengitari Planet Merah secara cepat dan naik setiap hari Mars.
Bulan ini bergerak mendekat ke induknya, 2 meter dalam satu abad, penelitian sebelumnya memperkirakan bulan ini akan menabrak permukaan Mars dalam 30-50 juta tahun.
Tetapi, setelah mempelajari tekanan Mars terhadap Phobos, Mittal dan dan peneliti pascasarjana Universitas California Berkeley Benjamin Black, melihat kondisi yang berbeda: Phobs akan hancur akibat gravitasi Mars.
Di Bumi, gravitasi Bulan menyebabkan gelombang pasang naik dan pasang surut di laut. Meski tidak ada laut di Bulan, gravitasi Bumi terhadap Bulan juga disebut "daya gelombang".
Phobos, juga bulan lainnya di tata surya, juga merasakan daya gelombang dari planet induknya.
Setelah membandingkan dengan beberapa satelit, Black dan Mittal menemukan bahwa Phobos terbuat dari batuan berpori yang rusak berat hingga ke bagian dalam.
Setelah mempelajari tekanan gelombang Mars terhadap Phobos, mereka menemukan bulan tersebut akan pecah dalam 20-40 juta tahun lalu membentuk cincin debu di sekeliling planet.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penderita diabetes melitus tetap bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan secara aman
19 February 2026 15:42 WIB
Alumni UMS buktikan Bahasa Inggris bisa dipelajari dari aktivitas sehari-hari
05 January 2026 11:31 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB