Fosil Gigi Ungkap Migrasi Manusia Modern
Kamis, 15 Oktober 2015 12:22 WIB
Tim ilmuwan pada Rabu mengumumkan bahwa penemuan gigi yang berusia sekitar 80.000 hingga 120.000 tahun yang menurut mereka memberikan bukti manusia modern di luar Afrika.
Gigi yang ditemukan di situs Gua Fuyan, Daoxian Couonty, Provinsi Hunan, memberi bukti manusia di Tiongkok selatan 30.000-70.000 tahun lebih awal daripada di Mediterania timur atau Eropa.
"Hingga sekarang, mayoritas komunitas ilmuwan mengira Homo sapiens tidak ada di Asia sebelum 50.000 tahun yang lalu," kata paleoantropolog dari Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology di Chinese Academy of Sciences, seperti yang diberitakan Reuters.
Spesies kita pertama kali muncul di Afrika Timur sekitar 200.000 tahun yang lalu, lalu menyebar ke belahan dunia lain, namun waktu dan lokasi migrasi belum jelas.
Paleoantropolog dari University College London Maria Martinon-Torres mengatakan spesies kita berada di Tiongkok selatan sepuluh ribu tahun sebelum menduduki Eropa kemungkinan karena kehadiran kerabat manusia, Neanderthal, di Eropa dan iklim benua tersebut yang kera dan dingin.
"Temuan ini menunjukan Homo sapiens ada di Asia jauh lebih awal daripada hipotesis klasik 'Out of Africa', 50.000 tahun yang lalu," kata Martinon-Torres.
Liu mengatakan gigi tersebut dua kali lrbih tua daripada bukti tertua manusia modern di Eropa.
"Kami harap temuan fosil manusia Daoxian akan membuat orang mengerti bahwa Asia Timur adalah salah satu daerah kunci untuk studi asal dan evolusi manusia modern," kata Liu.
Menurut Martinon-Torres, beberapa migrasi keluar Africa disebut "penyebaran yang gagal". Fosil dari gua di Israel menunjukan manusia modern 90.000 tahun yang lalu mencapai "gerbang Eropa" tapi "tidak pernah masuk".
Manusia modern mungkin sulit untuk mengambil alih lahan yang diduduko Neanderthal selama ratusan ribu tahun," kata Martinon-Torres.
"Sebagai tambahan, masuk akal untuk berpikir penyebaran ke timur mungkin secara lingkungan lebih mudah daripada pindah ke utara, dengan musim dingin di Eropa."
Paleoantropolog dari Institute of Vertebrate Paleoantology dan Paleoantropology Xiujie Wu mengatakan 47 gigi tersebut berasal dari setidaknya 13 individu, demikian hasil penelitian yang dipublikasikan jurnal Nature.
Gigi yang ditemukan di situs Gua Fuyan, Daoxian Couonty, Provinsi Hunan, memberi bukti manusia di Tiongkok selatan 30.000-70.000 tahun lebih awal daripada di Mediterania timur atau Eropa.
"Hingga sekarang, mayoritas komunitas ilmuwan mengira Homo sapiens tidak ada di Asia sebelum 50.000 tahun yang lalu," kata paleoantropolog dari Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology di Chinese Academy of Sciences, seperti yang diberitakan Reuters.
Spesies kita pertama kali muncul di Afrika Timur sekitar 200.000 tahun yang lalu, lalu menyebar ke belahan dunia lain, namun waktu dan lokasi migrasi belum jelas.
Paleoantropolog dari University College London Maria Martinon-Torres mengatakan spesies kita berada di Tiongkok selatan sepuluh ribu tahun sebelum menduduki Eropa kemungkinan karena kehadiran kerabat manusia, Neanderthal, di Eropa dan iklim benua tersebut yang kera dan dingin.
"Temuan ini menunjukan Homo sapiens ada di Asia jauh lebih awal daripada hipotesis klasik 'Out of Africa', 50.000 tahun yang lalu," kata Martinon-Torres.
Liu mengatakan gigi tersebut dua kali lrbih tua daripada bukti tertua manusia modern di Eropa.
"Kami harap temuan fosil manusia Daoxian akan membuat orang mengerti bahwa Asia Timur adalah salah satu daerah kunci untuk studi asal dan evolusi manusia modern," kata Liu.
Menurut Martinon-Torres, beberapa migrasi keluar Africa disebut "penyebaran yang gagal". Fosil dari gua di Israel menunjukan manusia modern 90.000 tahun yang lalu mencapai "gerbang Eropa" tapi "tidak pernah masuk".
Manusia modern mungkin sulit untuk mengambil alih lahan yang diduduko Neanderthal selama ratusan ribu tahun," kata Martinon-Torres.
"Sebagai tambahan, masuk akal untuk berpikir penyebaran ke timur mungkin secara lingkungan lebih mudah daripada pindah ke utara, dengan musim dingin di Eropa."
Paleoantropolog dari Institute of Vertebrate Paleoantology dan Paleoantropology Xiujie Wu mengatakan 47 gigi tersebut berasal dari setidaknya 13 individu, demikian hasil penelitian yang dipublikasikan jurnal Nature.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
FKG UMS kukuhkan 22 Dokter Gigi baru, tiga periode beruntun catat kelulusan 100 persen one shot
05 December 2025 18:47 WIB
RSGM Soelastri kembali gelar pemeriksaan gigi gratis untuk masyarakat umum
22 October 2025 14:42 WIB
RSGM Soelastri UMS lantik direksi baru perkuat komitmen layanan dan edukasi kesehatan gigi
01 October 2025 16:57 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB