Presiden Lepas Satelit LAPAN A2
Kamis, 3 September 2015 11:15 WIB
Presiden Joko Widodo melepas pengiriman Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI ke tempat peluncuran satelit di Pusat Teknologi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional di Rancabungur, Kabupaten Bogor, Kamis. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
"Penelitian konkrit seperti ini yabg sangat dibutuhkan," kata Presiden pada acara pelepasan pengiriman LAPAN A2 ke tempat peluncuran satelit di India.
Dia didampingi oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaludin dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.
Thomas Djamaluddin mengatakan LAPAN-A2 merupakan satelit karya anak bangsa, dan merupakan penerus dari pendahulunya, LAPAN A1, yang pembuatannya dilakukan di Jerman.
"LAPAN A2 sebesar 80 persen eksperimen dan 20 persen operasional," katanya.
Ia menjelaskan bahwa LAPAN mengembangkan satelit sejak 2003 dengan mempelajarinya dari Jerman dan berhasil membuat satelit LAPAN A1. Sepulang dari Jerman, LAPAN A2 diproduksi.
Satelit LAPAN-A2 akan diorbitkan dekat equator dengan inklinasi enam derajat pada ketinggian 630 kilometer dari permukaan Bumi.
Satelit dengan bobot 78 kilogram yang akan mengorbit dekat ekuatorial dan melintasi Indonesia 14 kali sehari itu akan memantau permukaan Bumi, identifikasi kapal laut dan komunikasi radio amatir (ORARI).
Dia didampingi oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaludin dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.
Thomas Djamaluddin mengatakan LAPAN-A2 merupakan satelit karya anak bangsa, dan merupakan penerus dari pendahulunya, LAPAN A1, yang pembuatannya dilakukan di Jerman.
"LAPAN A2 sebesar 80 persen eksperimen dan 20 persen operasional," katanya.
Ia menjelaskan bahwa LAPAN mengembangkan satelit sejak 2003 dengan mempelajarinya dari Jerman dan berhasil membuat satelit LAPAN A1. Sepulang dari Jerman, LAPAN A2 diproduksi.
Satelit LAPAN-A2 akan diorbitkan dekat equator dengan inklinasi enam derajat pada ketinggian 630 kilometer dari permukaan Bumi.
Satelit dengan bobot 78 kilogram yang akan mengorbit dekat ekuatorial dan melintasi Indonesia 14 kali sehari itu akan memantau permukaan Bumi, identifikasi kapal laut dan komunikasi radio amatir (ORARI).
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS lepas relawan psikososial ke Aceh Tamiang untuk dampingi korban banjir bandang
02 February 2026 18:44 WIB
UIN Walisongo lepas peserta KKN Mandiri Misi Khusus (MMK) 2026 di Wonosobo
15 January 2026 18:27 WIB
UMS lepas delegasi KMI Expo XVI, ONMIPA, dan Kompetisi Jembatan Indonesia 2025
11 November 2025 14:45 WIB
UMS lepas lima tim menuju seleksi tingkat nasional 2025 ajang bergengsi mahasiswa Indonesia
13 October 2025 19:11 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB