Eni, pedagang daging sapi di Pasar Bitingan di Kudus, Kamis, mengakui, sejak beberapa pekan terakhir penjualan bahan makanan sumber protein hewani ini cenderung menurun.

Harga jual daging sapi saat ini, kata dia, naik lima persen lebih menjadi Rp100 ribu per kilogram, dibandingkan awal Agustus 2015 tercatat Rp95 ribu per kg.

Karena permintaan menurun, ia memangkas stok daging sapi menjadi 30 kg per hari. Padahal sebelumnya mencapai 50 kg per hari.

Pedagang daging sapi lainnya, Niah, malah secara ekstrem memangkas stok daging sapinya. Biasanya setiap hari ia kulakan hingga 200 kg, namun kini hanya mematok stok 50 kg/hari. "Penjualan daging sapi memang lesu," ujarnya.

"Saya tidak tahu penyebabnya, tapi mungkin karena mendekati Hari Raya Idul Adha sehingga masyarakat enggan membeli daging sapi atau karena faktor lain," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus Arif Budiyanto ditemui di selap-sela melakukan pemantauan harga di Pasar Bitingan mengungkapkan, kedatangannya ke pasar tradisional untuk memastikan ada tidaknya pengaruh gejolak harga daging sapi di Jakarta, dengan di Kudus.

Hasil pemantauan di lapangan, lanjut dia, fluktuasi harga jual daging sapi yang terjadi masih cukup normal dan belum mengkhawatirkan.