Unair Masuk Peringkat ke-4 se Indonesia Webometrics
Rabu, 5 Agustus 2015 11:17 WIB
Ilustrasi Unair (grafis)
"Peringkat pada Agustus itu naik dari semester sebelumnya, yaitu peringkat ke-8," kata Direktur Sistem Informasi Unair, Dr H Soegianto Soelistiono MSi dalam keterangan pers yang diterima Antara di Surabaya, Selasa.
Ia mengatakan capaian itu merupakan buah dari tradisi ilmiah yang berkembang di Unair. "Unair harus fokus pada tradisi ilmiah. Jika tradisi ilmiah baik, maka peringkat adalah bonusnya," tuturnya didampingi Kepala Humas Unair, Dr Bagus Ani Putra.
Menurut dia, perguruan tinggi yang baik bukan hanya yang memiliki profesor banyak, perpustakaan yang luas, atau laboratorium yang banyak, namun juga universitas yang memfasilitasi mahasiswa untuk bereksplorasi melalui media digital untuk dapat berdiskusi dengan orang luar.
"Webo melakukan sensor terhadap sesuatu yang berbasis website, dan berafiliasi dengan menggunakan beberapa lembaga, salah satunya menggunakan search engine (mesin pencari) seperti google dan yahoo, sehingga dapat diketahui berapa halaman yang terindeks dengan lembaga Unair, baik konten informasi maupun jurnal," katanya.
Saat ini, katanya, web Unair berbeda dengan web perguruan tinggi lain, yaitu menggunakan sistem tata surya. Web resmi Unair tergabung dengan 400 web lain se-Unair. Ke-400 web itulah yang dapat langsung diakses melalui web official Unair. Meski belum optimum, namun diupayakan untuk menuju ke sana.
"Ada empat aktor yang kita fokuskan untuk bisa merasa puas dengan menggunakan web Unair, yaitu mahasiswa, mahasiswa baru, dosen, dan para peneliti yang berada di luar Unair. Mereka adalah orang-orang yang harus dipuaskan dengan adanya informasi yang diberikan melalui web," katanya.
Pihaknya menuturkan telah mendata 1.000 perguruan tinggi dunia dengan masing-masing 100 dosen dan peneliti, sehingga nantinya ketika masuk di web Unair, maka mahasiswa juga dapat mengakses perguruan tinggi internasional dan dapat terhubung dengan para dosen dan peneliti di sana.
Rencananya akan dibuat semacam aplikasi mobile, yang mana ketika mahasiswa masuk ke dalam web Unair, maka mereka dapat bergabung dalam grup berdasarkan bidang keilmuan dan rumpun ilmu yang diambil, sehingga mereka bisa berkolaborasi dan belajar, serta dapat berkomunikasi secara digital.
"Saat ini media sosial juga menjadi kekuatan digital yang pesat. Tidak ada lembaga yang meranking orang yang paling memberikan sumbangsih kepada masyarakat melalui karya-karyanya yang diposting melalui media sosial. Unair akan menggagas hal itu," katanya.
Ia mengatakan capaian itu merupakan buah dari tradisi ilmiah yang berkembang di Unair. "Unair harus fokus pada tradisi ilmiah. Jika tradisi ilmiah baik, maka peringkat adalah bonusnya," tuturnya didampingi Kepala Humas Unair, Dr Bagus Ani Putra.
Menurut dia, perguruan tinggi yang baik bukan hanya yang memiliki profesor banyak, perpustakaan yang luas, atau laboratorium yang banyak, namun juga universitas yang memfasilitasi mahasiswa untuk bereksplorasi melalui media digital untuk dapat berdiskusi dengan orang luar.
"Webo melakukan sensor terhadap sesuatu yang berbasis website, dan berafiliasi dengan menggunakan beberapa lembaga, salah satunya menggunakan search engine (mesin pencari) seperti google dan yahoo, sehingga dapat diketahui berapa halaman yang terindeks dengan lembaga Unair, baik konten informasi maupun jurnal," katanya.
Saat ini, katanya, web Unair berbeda dengan web perguruan tinggi lain, yaitu menggunakan sistem tata surya. Web resmi Unair tergabung dengan 400 web lain se-Unair. Ke-400 web itulah yang dapat langsung diakses melalui web official Unair. Meski belum optimum, namun diupayakan untuk menuju ke sana.
"Ada empat aktor yang kita fokuskan untuk bisa merasa puas dengan menggunakan web Unair, yaitu mahasiswa, mahasiswa baru, dosen, dan para peneliti yang berada di luar Unair. Mereka adalah orang-orang yang harus dipuaskan dengan adanya informasi yang diberikan melalui web," katanya.
Pihaknya menuturkan telah mendata 1.000 perguruan tinggi dunia dengan masing-masing 100 dosen dan peneliti, sehingga nantinya ketika masuk di web Unair, maka mahasiswa juga dapat mengakses perguruan tinggi internasional dan dapat terhubung dengan para dosen dan peneliti di sana.
Rencananya akan dibuat semacam aplikasi mobile, yang mana ketika mahasiswa masuk ke dalam web Unair, maka mereka dapat bergabung dalam grup berdasarkan bidang keilmuan dan rumpun ilmu yang diambil, sehingga mereka bisa berkolaborasi dan belajar, serta dapat berkomunikasi secara digital.
"Saat ini media sosial juga menjadi kekuatan digital yang pesat. Tidak ada lembaga yang meranking orang yang paling memberikan sumbangsih kepada masyarakat melalui karya-karyanya yang diposting melalui media sosial. Unair akan menggagas hal itu," katanya.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jaksa menyebut eksepsi kasus mantan Dirut Bank Jateng sudah masuk pokok perkara
13 January 2026 8:28 WIB
Mantan Dirut Bank Jateng sebut kasus dugaan korupsi hukumnya masuk pidana perbankan
05 January 2026 20:03 WIB
Gubernur : 8,6 juta orang masuk ke Jateng selama libur Natal dan Tahun Baru
02 January 2026 5:40 WIB
Wali Kota Semarang memprediksikan 2,5 juta orang masuk saat libur Natal dan Tahun Baru
12 December 2025 8:08 WIB
UMS masuk 3 besar nasional Prodi Teknik Industri terakreditasi Unggul 2025
04 December 2025 17:55 WIB
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat cegah ratusan juta upaya penipuan digital
26 November 2025 22:28 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip juara melalui AISA, Sahabat Cerdas Petani Sawit
07 November 2025 13:21 WIB