"Untuk triwulan I tahun ini jumlah pengaduan yang masuk ke OJK Kantor Regional IV sebanyak 60 aduan," kata Ketua OJK Kantor Regional IV Jateng-DIY Santoso Wibowo di Semarang, Jumat.
Jumlah tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan I tahun lalu yang mencapai 200 aduan. Pihaknya mengatakan, menurunnya jumlah aduan tersebut merupakan dampak dari meningkatnya pemahaman masyarakat terkait industri keuangan.
"Sejauh ini untuk aduan triwulan I tahun 2015 belum ada yang berujung pada pelaporan ke kepolisian. Memang kami berusaha menghindari itu," katanya.
Untuk langkah dari OJK menyikapi kondisi tersebut adalah mempertemukan pihak pengadu dengan yang diadukan agar dapat menyelesaikan permasalahan secara damai dan tidak ada pihak yang dirugikan.
Sementara itu, untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat pihaknya terus melakukan sosialisasi. Salah satu yang dianggap paling efektif adalah melalui kerja sama dengan sejumlah universitas.
"Kerja sama ini wujudnya adalah kami melibatkan mahasiswa yang melakukan kuliah kerja nyata (KKN) untuk ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait keuangan," katanya.
Untuk memastikan pemahaman mahasiswa sebelum menularkan ilmunya ke masyarakat, pihaknya memberikan penjelasan secara mendalam terkait industri keuangan tersebut.
"Selain itu, kami juga ikut memantau kegiatan para mahasiswa selama pelaksanaan kegiatan KKN. Ini untuk memastikan mereka mengedukasi masyarakat secara benar," katanya.
Jumlah tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan I tahun lalu yang mencapai 200 aduan. Pihaknya mengatakan, menurunnya jumlah aduan tersebut merupakan dampak dari meningkatnya pemahaman masyarakat terkait industri keuangan.
"Sejauh ini untuk aduan triwulan I tahun 2015 belum ada yang berujung pada pelaporan ke kepolisian. Memang kami berusaha menghindari itu," katanya.
Untuk langkah dari OJK menyikapi kondisi tersebut adalah mempertemukan pihak pengadu dengan yang diadukan agar dapat menyelesaikan permasalahan secara damai dan tidak ada pihak yang dirugikan.
Sementara itu, untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat pihaknya terus melakukan sosialisasi. Salah satu yang dianggap paling efektif adalah melalui kerja sama dengan sejumlah universitas.
"Kerja sama ini wujudnya adalah kami melibatkan mahasiswa yang melakukan kuliah kerja nyata (KKN) untuk ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait keuangan," katanya.
Untuk memastikan pemahaman mahasiswa sebelum menularkan ilmunya ke masyarakat, pihaknya memberikan penjelasan secara mendalam terkait industri keuangan tersebut.
"Selain itu, kami juga ikut memantau kegiatan para mahasiswa selama pelaksanaan kegiatan KKN. Ini untuk memastikan mereka mengedukasi masyarakat secara benar," katanya.