Lima Waduk di Jateng Mulai Mengering
Selasa, 30 Juni 2015 19:54 WIB
Ilustrasi waduk mengering. (ANTARA/Arief Priyono)
"Tiga dari lima waduk yang mengering itu berada di Kabupaten Sragen, yaitu Waduk Brambang, Blimbing, dan Botok, sedangkan dua waduk lainnya yang juga mengering adalah Waduk Gunungrowo, Kabupaten Pati, serta Waduk Sanggeh, Kabupaten Grobogan," kata Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Budhi Yuwono di Semarang, Selasa.
Menurut Prasetyo Budhi Yuwono, mengeringnya lima waduk di Jateng itu belum mengganggu pasokan air untuk pertanian di sekitar waduk.
Kendati demikian, Prasetyo memperkirakan debit air di 10--15 waduk lainnya akan habis pada bulan Agustus 2015 sehingga perlu melakukan berbagai antisipasi oleh pihak terkait.
"Untuk mengantisipasinya, kami sudah membuat sumur pantek dan saluran suplesi," katanya.
Prasetyo mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu pihaknya menerima laporan mengenai permasalahan pasokan air untuk lahan pertanian yang akan memasuki masa panen di Kabupaten Pati.
"Untuk menyelamatkannya, kami mengambil air dari Waduk Kedungombo. Akan tetapi, aliran akan dihentikan awal Juli 2015 karena cadangan air di waduk setempat akan digunakan pada masa tanam pertama pada bulan Oktober mendatang," katanya.
Guna mengatasi kekeringan di sejumlah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah diminta melakukan inovasi dan terobosan.
"Inovasi tentunya tidak hanya sekadar pengadaan air bersih, tetapi juga lakukan terobosan untuk pembuatan sumur dan pipanisasi ke rumah-rumah penduduk," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Sarwa Pramana.
Menurut dia, inovasi dan terobosan dalam mengatasi kekeringan itu juga untuk mengurangi wilayah-wilayah terdampak kekeringan secara bertahap.
Selain berinovasi, seluruh BPBD di Jateng juga diminta mengidentifikasi aset yang sudah dibeli melalui dana siap pakai dan melaporkan kegiatan yang sudah dilakukan selama ini dalam upaya mengatasi kekeringan.
Menurut Prasetyo Budhi Yuwono, mengeringnya lima waduk di Jateng itu belum mengganggu pasokan air untuk pertanian di sekitar waduk.
Kendati demikian, Prasetyo memperkirakan debit air di 10--15 waduk lainnya akan habis pada bulan Agustus 2015 sehingga perlu melakukan berbagai antisipasi oleh pihak terkait.
"Untuk mengantisipasinya, kami sudah membuat sumur pantek dan saluran suplesi," katanya.
Prasetyo mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu pihaknya menerima laporan mengenai permasalahan pasokan air untuk lahan pertanian yang akan memasuki masa panen di Kabupaten Pati.
"Untuk menyelamatkannya, kami mengambil air dari Waduk Kedungombo. Akan tetapi, aliran akan dihentikan awal Juli 2015 karena cadangan air di waduk setempat akan digunakan pada masa tanam pertama pada bulan Oktober mendatang," katanya.
Guna mengatasi kekeringan di sejumlah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah diminta melakukan inovasi dan terobosan.
"Inovasi tentunya tidak hanya sekadar pengadaan air bersih, tetapi juga lakukan terobosan untuk pembuatan sumur dan pipanisasi ke rumah-rumah penduduk," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Sarwa Pramana.
Menurut dia, inovasi dan terobosan dalam mengatasi kekeringan itu juga untuk mengurangi wilayah-wilayah terdampak kekeringan secara bertahap.
Selain berinovasi, seluruh BPBD di Jateng juga diminta mengidentifikasi aset yang sudah dibeli melalui dana siap pakai dan melaporkan kegiatan yang sudah dilakukan selama ini dalam upaya mengatasi kekeringan.
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 12,7 ton ikan di Waduk Cengklik Boyolali mati terdampak cuaca
04 November 2024 15:51 WIB, 2024
Berkas kasus pembalakan di Waduk Jatibarang dilimpahkan ke pengadilan
06 October 2023 19:21 WIB, 2023
Petani di Kudus mulai tanam padi menyusul adanya suplai air dari waduk
21 September 2023 8:11 WIB, 2023
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Pemkab catat 30 kali terjadi longsor susulan di Bukit Gunung Beser Pekalongan
23 January 2026 17:47 WIB
Potensi kerugian akibat banjir di sejumlah desa Kudus ditaksir Rp533 miliar
19 January 2026 19:19 WIB
Perjalanan 23 KA Daop 4 Semarang masih dibatalkan dampak banjir di Pekalongan
19 January 2026 9:00 WIB