Konservatif dan David Cameron Menangi Pemilu Inggris
Sabtu, 9 Mei 2015 9:51 WIB
Perdana Menteri Inggris David Cameron (REUTERS/Andrew Milligan)
Cameron dan Konservatif memenangkan 331 dari total 650 kursi parlemen yang sekaligus meresmikan kepemimpinan masa berikutnya pemerintahan tengah-kanan Konservatif.
Kemenangan dalam Pemilu yang digelar Kamis waktu setempat itu fokus kepada masalah Inggris.
Di bagian utara negeri ini, Partai Nasional Skotlandia (SNP) yang prokemerdekaan menang secara meyakinkan, hanya tujuh bulan sejak kalah dalam referendum lepas dari Inggris Raya (United Kingdom).
Hasil mengejutkan lainnya, para pemimpin Partai Buruh, Partai Demokrat Liberal dan Partai Kemerdekaan UK yang anti Uni Eropa mengundurkan diri setelah kegagalan partainya dalam Pemilu ini.
Menyusul keterpilihannya lagi di Witney, dekat Oxford, Cameron mengunjungi Istana Buckingham di London di mana dia direkonfirmasi sebagai perdana menteri oleh Ratu Elizabeth II yang menjadi kepala negara Inggris Raya.
Mengakhiri lima tahun pemerintahan koalisi dengan Demokrat Liberal yang berhaluan tengah, Cameron mengumumkan di luar Downing Street 10: "Saya kini akan membentuk pemerintah mayoritas Konservatif."
Beberapa jam kemudian dia mengisyaratkan dipertahankannya menteri keuangan, menteri luar negeri, menteri pertahanan dan menteri dalam negeri lama, masing-masing George Osborne, Philip Hammond, Michael Fallon dan Theresa May.
Cameron juga mengumumkan George Osborne yang bergelar Chancellor of the Exchequer dan dianggap sebagai pemimpin masa depan partai Konservatif, sebagai "sekretaris negara pertama", sebuah jabatan yang membuatnya menjadi orang nomor dua dalam pemerintahan.
Kemenangan ini memperkuat program efisiensi ekonomi Konservatif yang sepertinya akan meneruskan program pemangkasan belanja pemerintah guna menekan defisit anggaran sampai 90 miliar poundsterling.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Kanselir Jerman Angela Merkel telah menelepon Cameron untuk menyelamatinya yang mereka sebut sebagai kemenangan yang mengesankan.
Namun Pemilu kali ini memperlebar perbedaan politik sehingga Cameron berusaha rendah hati pada pidato politik menyambut kemenangannya dengan berjanji menyatukan negerinya, demikian AFP.
Kemenangan dalam Pemilu yang digelar Kamis waktu setempat itu fokus kepada masalah Inggris.
Di bagian utara negeri ini, Partai Nasional Skotlandia (SNP) yang prokemerdekaan menang secara meyakinkan, hanya tujuh bulan sejak kalah dalam referendum lepas dari Inggris Raya (United Kingdom).
Hasil mengejutkan lainnya, para pemimpin Partai Buruh, Partai Demokrat Liberal dan Partai Kemerdekaan UK yang anti Uni Eropa mengundurkan diri setelah kegagalan partainya dalam Pemilu ini.
Menyusul keterpilihannya lagi di Witney, dekat Oxford, Cameron mengunjungi Istana Buckingham di London di mana dia direkonfirmasi sebagai perdana menteri oleh Ratu Elizabeth II yang menjadi kepala negara Inggris Raya.
Mengakhiri lima tahun pemerintahan koalisi dengan Demokrat Liberal yang berhaluan tengah, Cameron mengumumkan di luar Downing Street 10: "Saya kini akan membentuk pemerintah mayoritas Konservatif."
Beberapa jam kemudian dia mengisyaratkan dipertahankannya menteri keuangan, menteri luar negeri, menteri pertahanan dan menteri dalam negeri lama, masing-masing George Osborne, Philip Hammond, Michael Fallon dan Theresa May.
Cameron juga mengumumkan George Osborne yang bergelar Chancellor of the Exchequer dan dianggap sebagai pemimpin masa depan partai Konservatif, sebagai "sekretaris negara pertama", sebuah jabatan yang membuatnya menjadi orang nomor dua dalam pemerintahan.
Kemenangan ini memperkuat program efisiensi ekonomi Konservatif yang sepertinya akan meneruskan program pemangkasan belanja pemerintah guna menekan defisit anggaran sampai 90 miliar poundsterling.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Kanselir Jerman Angela Merkel telah menelepon Cameron untuk menyelamatinya yang mereka sebut sebagai kemenangan yang mengesankan.
Namun Pemilu kali ini memperlebar perbedaan politik sehingga Cameron berusaha rendah hati pada pidato politik menyambut kemenangannya dengan berjanji menyatukan negerinya, demikian AFP.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UIN Walisongo Semarang hadir di Edufair MAN Temanggung, sosialisasikan keunggulan dan jalur masuk
13 February 2026 8:35 WIB
Dirut ANTARA dorong peran kantor berita sebagai rujukan cek fakta yang akurat dan terpercaya
13 February 2026 8:10 WIB
BPS: KEK dan kawasan industri memiliki berkontribusi tumbuhkan ekonomi Jateng
12 February 2026 19:49 WIB
Forum akademik FEB UMS bahas pembangunan ekonomi, kesejahteraan, dan kualitas pekerjaan di era global
12 February 2026 19:40 WIB
UMS tingkatkan profesionalisme dan dorong ormawa jadi organisasi berdampak
12 February 2026 19:06 WIB
LKBN ANTARA paparkan peran strategis dan kontribusi lembaga untuk pemulihan bencana
12 February 2026 18:57 WIB
Disnakertrans Jateng dan BPJS Ketenagakerjaan perkuat sinergi, serahkan santunan ke ahli waris pekerja
12 February 2026 18:38 WIB
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Prancis: Keputusan Donald Trump "Risiko Serius" bagi Tatanan Perdagangan Global
01 February 2017 6:29 WIB, 2017