Fosil Gigi Singkap Fakta lain Era Manusia Tropis
Sabtu, 14 Maret 2015 13:44 WIB
Ilustrasi berita (ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)
Ada perdebatan mengenai kapan manusia pertama kali hidup di hutan hujan dengan beberapa ahli mengatakan wilayah itu terlalu menakutkan untuk masa awal manusia pemburu dan pengumpul makanan.
Dalam studi yang dimuat jurnal Science, ilmuwan meneliti gigi dari 26 orang yang ditemukan di berbagai situs di Sri Lanka untuk melihat bukti apa yang mereka makan.
Hampir semua gigi yang ditemukan, termasuk gigi tertua yang berusia 20.000 tahun, menunjukkan diet yang berasal dari bahan makanan yang ada di hutan hujan.
"Manusia memanipulasi dan hidup di lingkungan hutan hujan yang dinamis setidaknya sejak 20.000 tahun yang lalu atau mungkin lebih," kata arkeolog Universitas Oxford Patrick Roberts seperti dikutip Reuters.
Sebelum ini, ilmuwan belum menemukan bukti pendudukkan manusia di hutan hujan sebelum 10.000 tahun lalu.
Dibandingkan dengan habitat terbuka, hutan hujan menyajikan kerumitan seperti vegetasi yang lebat sehingga sulit bergerak, hewan pemangsa dan tanaman beracun.
"Tetapi, jelas bahwa masyarakat berburu dan mengumpulkan makanan di Sri Lanka mengetahui bagaimana beradaptasi dengan kondisi tersebut," kata arkeolog Oxford lainnya, Mike Petraglia.
Menurut para peneliti, orang-orang ini memburu monyet, tupai besar, kancil, landak dan mamalia di samping air, siput hutan, kacang dan tanaman yang mengandung zat tepung.
Menurut mereka, bukti lain juga memberi petunjuk kemungkinan orang Sri Lanka ada di hutan sejak 38.000 tahun lalu.
Roberts menambahkan, penelitian arkeologi di Afrika, Asia Tenggara dan Melanesia menunjukkan manusia mungkin menggunakan sumber daya hutan hujan sejak 45.000 tahun.
Dalam studi yang dimuat jurnal Science, ilmuwan meneliti gigi dari 26 orang yang ditemukan di berbagai situs di Sri Lanka untuk melihat bukti apa yang mereka makan.
Hampir semua gigi yang ditemukan, termasuk gigi tertua yang berusia 20.000 tahun, menunjukkan diet yang berasal dari bahan makanan yang ada di hutan hujan.
"Manusia memanipulasi dan hidup di lingkungan hutan hujan yang dinamis setidaknya sejak 20.000 tahun yang lalu atau mungkin lebih," kata arkeolog Universitas Oxford Patrick Roberts seperti dikutip Reuters.
Sebelum ini, ilmuwan belum menemukan bukti pendudukkan manusia di hutan hujan sebelum 10.000 tahun lalu.
Dibandingkan dengan habitat terbuka, hutan hujan menyajikan kerumitan seperti vegetasi yang lebat sehingga sulit bergerak, hewan pemangsa dan tanaman beracun.
"Tetapi, jelas bahwa masyarakat berburu dan mengumpulkan makanan di Sri Lanka mengetahui bagaimana beradaptasi dengan kondisi tersebut," kata arkeolog Oxford lainnya, Mike Petraglia.
Menurut para peneliti, orang-orang ini memburu monyet, tupai besar, kancil, landak dan mamalia di samping air, siput hutan, kacang dan tanaman yang mengandung zat tepung.
Menurut mereka, bukti lain juga memberi petunjuk kemungkinan orang Sri Lanka ada di hutan sejak 38.000 tahun lalu.
Roberts menambahkan, penelitian arkeologi di Afrika, Asia Tenggara dan Melanesia menunjukkan manusia mungkin menggunakan sumber daya hutan hujan sejak 45.000 tahun.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
FKG UMS kukuhkan 22 Dokter Gigi baru, tiga periode beruntun catat kelulusan 100 persen one shot
05 December 2025 18:47 WIB
RSGM Soelastri kembali gelar pemeriksaan gigi gratis untuk masyarakat umum
22 October 2025 14:42 WIB
RSGM Soelastri UMS lantik direksi baru perkuat komitmen layanan dan edukasi kesehatan gigi
01 October 2025 16:57 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB