Alfamart Desak Pemasok Turunkan Harga
Senin, 5 Januari 2015 18:20 WIB
Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, mengatakan kebijakan Pemerintah terkait penetapan harga BBM sangat berpengaruh terhadap harga jual barang di toko.
“Sewaktu pengumuman kenaikan harga BBM pada 18 November 2014 oleh Presiden Jokowi, para pemasok telah menaikan harga 5-7 persen. Ketika harga BBM turun, kami mendesak produsen dan pemasok ikut menurukan harga, agar pengelola minimarket bisa ikut menurunkan harga jual bagi konsumen †katanya, Senin.
Namun, penurunan harga tersebut nantinya tidak linier seperti penurunan harga BBM. Misalnya jika BBM saat ini turun 11,85% (dari Rp 8.500 ke Rp 7.600 per liter) maka harga di toko tidak bisa turun linier sebesar 11,85 persen.
“Intinya, kami juga akan lakukan penyesuaian, perusahaan menyambut baik kebijakan itu, dampaknya cukup positif bagi perusahaan. Kami dapat menekan beban operasional dengan signifikan. Harapan kami ke depan, tarif dasar listrik (TDL) juga akan terkoreksi,†imbuhnya dalam siaran pers yang diterima di Semarang, Senin.
Seperti kita ketahui Pemerintah telah menaikan harga BBM bersubsidi pada 18 November 2014 sebesar Rp 2.000 per liter (dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 per liter atau sebesar 30,77%), per 1 Januari pemerintah memangkas kembali sesesar Rp 900 (dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.600 per liter atau sebesar 11,84%). (ksm)
“Sewaktu pengumuman kenaikan harga BBM pada 18 November 2014 oleh Presiden Jokowi, para pemasok telah menaikan harga 5-7 persen. Ketika harga BBM turun, kami mendesak produsen dan pemasok ikut menurukan harga, agar pengelola minimarket bisa ikut menurunkan harga jual bagi konsumen †katanya, Senin.
Namun, penurunan harga tersebut nantinya tidak linier seperti penurunan harga BBM. Misalnya jika BBM saat ini turun 11,85% (dari Rp 8.500 ke Rp 7.600 per liter) maka harga di toko tidak bisa turun linier sebesar 11,85 persen.
“Intinya, kami juga akan lakukan penyesuaian, perusahaan menyambut baik kebijakan itu, dampaknya cukup positif bagi perusahaan. Kami dapat menekan beban operasional dengan signifikan. Harapan kami ke depan, tarif dasar listrik (TDL) juga akan terkoreksi,†imbuhnya dalam siaran pers yang diterima di Semarang, Senin.
Seperti kita ketahui Pemerintah telah menaikan harga BBM bersubsidi pada 18 November 2014 sebesar Rp 2.000 per liter (dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 per liter atau sebesar 30,77%), per 1 Januari pemerintah memangkas kembali sesesar Rp 900 (dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.600 per liter atau sebesar 11,84%). (ksm)
Pewarta : Achmad Zaenal M
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga dan aktivis lingkungan desak pemerintah tutup permanen tambang di Bukit Jenar Banyumas
09 December 2025 16:33 WIB
DPRD desak pelaksana proyek RSUD Kudus tambah pekerja kejar target tepat waktu
23 October 2025 8:46 WIB
PWNU DKI desak Trans7 tayangkan permohonan maaf selama tujuh hari di "prime time"
15 October 2025 14:15 WIB
Terpopuler - Alfamart
Lihat Juga
Alfamart Salurkan Rp1,29 Miliar untuk Nikah Massal Warga Prasejahtera
28 January 2015 18:09 WIB, 2015