Xiaomi Akan Disuntik 1,5 Miliar Dolar
Selasa, 11 November 2014 10:40 WIB
Xiaomi Redmi Note, phablet Xiaomi yang akan segera dipasarkan di Indonesia. (mi.com)
Jika suntikan dana segar Xiaomi disepakati, maka akan menjadi pembiayaan swasta terbesar untuk sebuah perusahaan bermodal patungan sejak Facebook pada 2011.
Seperti dilansir CNBC baru-baru ini, Xiaomi dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk penyertaan modal baru yang didukung oleh beberapa pemain ternama seperti Alibaba, Facebook, Airbnb, dan perusahaan Internet Rusia, DST.
Bila kesepakatan itu terjadi, maka perusahaan Tiongkok yang berusia empat tahun ini akan berada di jajaran atas industri teknologi global dengan nilai (valuasi) melebihi Sony dan Lenovo jika digabungkan sekalipun.
Transaksi tersebut juga akan mengangkat nilai Xiaomi menjadi dua kali perusahaan swasta terkaya Silicon Valley, Uber, yang disuntik 1,2 miliar dolar AS menjadi 17 miliar dolar AS musim panas ini.
Menurut CBInsights, yang melacak pembiayaan swasta, suntikan modal 1,5 miliar dolar AS akan menyamai penggalangan dana Facebook 2011, yang membuat jejaring sosial itu bernilai 50 miliar dolar AS di akhir sebelum go public.
Baik investor-investor Wall Street maupun Silicon Valley sebagian besar absen dalam penggalangan modal untuk sensasi teknologi Tiongkok setelah Alibaba yang memiliki kapitalisasi pasar 270 miliar dolar AS pasca-go public di New York September lalu.
Sementara Xiaomi berharap mengamankan dana dari investor-investor berbasis-Asia.
Perusahaan riset IDC, beberapa waktu lalu, merilis laporan yang menempatkan Xiaomi dalam tiga besar penguasa pasar smartphone global bersama Samsung dan Apple.
Berkat handset populer Mi4 yang dirilis Xiaomi pada Agustus lalu, Xiaomi telah membangun brand-nya sendiri dengan memproduksi smartphone berkualitas untuk persaingan internasional, tapi harganya relatif murah.
Pendiri Xiaomi menyatakan tidak punya rencana untuk go public hingga lima tahun mendatang.
Perusahaan itu sepertinya sedikit kesulitan mendapatkan akses uang tunai untuk ekspansi. Xiaomi baru-baru ini menyetujui pinjaman 1 miliar dolar AS dari 29 bank, dengan dana kemungkinan akan digunakan untuk memasuki pasar baru seperti Brasil dan Indonesia.
Seperti dilansir CNBC baru-baru ini, Xiaomi dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk penyertaan modal baru yang didukung oleh beberapa pemain ternama seperti Alibaba, Facebook, Airbnb, dan perusahaan Internet Rusia, DST.
Bila kesepakatan itu terjadi, maka perusahaan Tiongkok yang berusia empat tahun ini akan berada di jajaran atas industri teknologi global dengan nilai (valuasi) melebihi Sony dan Lenovo jika digabungkan sekalipun.
Transaksi tersebut juga akan mengangkat nilai Xiaomi menjadi dua kali perusahaan swasta terkaya Silicon Valley, Uber, yang disuntik 1,2 miliar dolar AS menjadi 17 miliar dolar AS musim panas ini.
Menurut CBInsights, yang melacak pembiayaan swasta, suntikan modal 1,5 miliar dolar AS akan menyamai penggalangan dana Facebook 2011, yang membuat jejaring sosial itu bernilai 50 miliar dolar AS di akhir sebelum go public.
Baik investor-investor Wall Street maupun Silicon Valley sebagian besar absen dalam penggalangan modal untuk sensasi teknologi Tiongkok setelah Alibaba yang memiliki kapitalisasi pasar 270 miliar dolar AS pasca-go public di New York September lalu.
Sementara Xiaomi berharap mengamankan dana dari investor-investor berbasis-Asia.
Perusahaan riset IDC, beberapa waktu lalu, merilis laporan yang menempatkan Xiaomi dalam tiga besar penguasa pasar smartphone global bersama Samsung dan Apple.
Berkat handset populer Mi4 yang dirilis Xiaomi pada Agustus lalu, Xiaomi telah membangun brand-nya sendiri dengan memproduksi smartphone berkualitas untuk persaingan internasional, tapi harganya relatif murah.
Pendiri Xiaomi menyatakan tidak punya rencana untuk go public hingga lima tahun mendatang.
Perusahaan itu sepertinya sedikit kesulitan mendapatkan akses uang tunai untuk ekspansi. Xiaomi baru-baru ini menyetujui pinjaman 1 miliar dolar AS dari 29 bank, dengan dana kemungkinan akan digunakan untuk memasuki pasar baru seperti Brasil dan Indonesia.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bandara Ahmad Yani Semarang pakai PLTS untuk penuhi sebagian kebutuhan energi
20 September 2026 22:37 WIB
Polemik PLTP Gunung Ungaran, Pemprov Jateng siap jembatani aspirasi warga
03 September 2026 20:53 WIB
Pemanfaatan pati singkong untuk padamkan kebakaran, ini penjelasan peneliti dari SV Undip
28 August 2026 19:20 WIB
Pemprov Jateng dorong transformasi sektor perhubungan berbasis ekonomi hijau
24 August 2026 22:58 WIB
Kemkomdigi perkuat infrastruktur digital untuk digitalisasi perlindungan sosial
14 August 2026 18:51 WIB
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Cara pantau CCTV analog via smartphone tanpa perlu beli perangkat baru
24 April 2025 16:29 WIB, 2025
Xiaomi Indonesia kenalkan strategi integrasikan manusia, mobil, dan rumah
31 May 2024 16:17 WIB, 2024