Jokowi Tidak Mau Diatur Paspampres dan Protokol
Jumat, 22 Agustus 2014 17:35 WIB
Joko Widodo (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Masih sama seperti saat menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta yang mencalonkan diri menjadi presiden, saat ini Jokowi dikawal pengamanan melekat gabungan dari polisi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan. Pengamanan gabungan tersebut merupakan pengamanan yang diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pengawal Jokowi dibagi menjadi dua tim dengan masing-masing tim berjumlah delapan orang.
Mereka dilengkapi senjata api lengkap yang siap mengawal secara bergantian dengan shift masing-masing dua hari. Satuan Brimob yang memiliki beragam keahlian khusus polisi, misalnya penembak jitu dan penjinak bom juga turut mengawal Jokowi dari jarak yang tidak terlalu dekat.
Sementara itu, pengamanan lingkungan di sekitar kantor Jokowi di Balaikota terlihat tidak ada bedanya. Jumlah satpam yang menjaga tiap pis di gerbang masuk masih sama.
Hanya saja, mulai beberapa minggu yang lalu, metal detector di pintu masuk kantor Jokowi dan Ahok dinyalakan meski para tamu yang datang jarang dipindai. Selain itu di kedua gerbang depan mulai dipasang portal.
Dengan putusan MK yang menyatakan Jokowi resmi menjadi presiden terpilih maka sesuai Kepres No. 31 Tahun 2004 Tentang Pengamanan dan Pengawalan Capres dan Cawapres Terpilih, pengamanan dan pengawalan beralih dari Polri kepada Paspampres. Rencananya, hari ini KPU akan melakukan serah terima pengamanan Jokowi.
Jokowi mengatakan adanya pasukan pengaman presiden (paspampres) yang nanti mengawalnya tak akan mengganggu kebiasaannya blusukan.
Begitu menjadi presiden, Jokowi mengatakan akan tetap blusukan guna "mendengar" langsung suara rakyat.
Jokowi juga memastikan dirinya akan tetap dekat dengan rakyat meski ada pengawalan ketat di sekitarnya karena dia memegang kendali atas pengawalannya.
"Wong namanya itu (paspampres) kan kita yang mengatur. Masa saya yang diatur passpampres?Masa saya yang diatur protokol? Nggak kebalik?" Kata Jokowi usai Shalat Jumat di Balaikota, Jumat.
Mereka dilengkapi senjata api lengkap yang siap mengawal secara bergantian dengan shift masing-masing dua hari. Satuan Brimob yang memiliki beragam keahlian khusus polisi, misalnya penembak jitu dan penjinak bom juga turut mengawal Jokowi dari jarak yang tidak terlalu dekat.
Sementara itu, pengamanan lingkungan di sekitar kantor Jokowi di Balaikota terlihat tidak ada bedanya. Jumlah satpam yang menjaga tiap pis di gerbang masuk masih sama.
Hanya saja, mulai beberapa minggu yang lalu, metal detector di pintu masuk kantor Jokowi dan Ahok dinyalakan meski para tamu yang datang jarang dipindai. Selain itu di kedua gerbang depan mulai dipasang portal.
Dengan putusan MK yang menyatakan Jokowi resmi menjadi presiden terpilih maka sesuai Kepres No. 31 Tahun 2004 Tentang Pengamanan dan Pengawalan Capres dan Cawapres Terpilih, pengamanan dan pengawalan beralih dari Polri kepada Paspampres. Rencananya, hari ini KPU akan melakukan serah terima pengamanan Jokowi.
Jokowi mengatakan adanya pasukan pengaman presiden (paspampres) yang nanti mengawalnya tak akan mengganggu kebiasaannya blusukan.
Begitu menjadi presiden, Jokowi mengatakan akan tetap blusukan guna "mendengar" langsung suara rakyat.
Jokowi juga memastikan dirinya akan tetap dekat dengan rakyat meski ada pengawalan ketat di sekitarnya karena dia memegang kendali atas pengawalannya.
"Wong namanya itu (paspampres) kan kita yang mengatur. Masa saya yang diatur passpampres?Masa saya yang diatur protokol? Nggak kebalik?" Kata Jokowi usai Shalat Jumat di Balaikota, Jumat.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Semarang salurkan 400 paket sembako untuk nelayan saat tidak melaut
09 January 2026 19:25 WIB
Pangdam Diponegoro: Prajurit bintara tidak pilih-pilih tugas menjalankan kewajiban
07 January 2026 18:47 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Zulkifli Hasan Berharap Jakarta Kembali Tenang dan Damai Setelah Pilkada
02 February 2017 6:50 WIB, 2017
Agus: Saya hanya Sampaikan "Salam Hormat" ke Pak Maruf dan Pengurus PBNU
01 February 2017 19:04 WIB, 2017
" Presiden Jokowi Ingin Bertemu Saya, Tapi Dilarang Dua-Tiga di Sekeliling Beliau," Kata SBY
01 February 2017 18:35 WIB, 2017
Tim Anies-Sandi: Kegiatan PT MWS pada Masyarakat Tentang Reklamasi Pulau G Memaksakan Ambisi
01 February 2017 17:17 WIB, 2017
Setnov: NU Salalu Hadir sebagai Organisasi yang Suarakan Perdamaian dan Kesejukan
01 February 2017 16:41 WIB, 2017
Ahok Menyayangkan ada Pihak yang Mengadu Domba bahwa Dia Menghina Integritas PBNU
01 February 2017 16:12 WIB, 2017
Din: Tudingan Ahok Terhadap Maruf Bernada Sarkastik dan Sangat Menghina
01 February 2017 15:58 WIB, 2017
SBY perlu Klarifikasi Pernyataan Kuasa Hukum Ahok yang Mengkaitkan Fatwa MUI
01 February 2017 14:56 WIB, 2017