Penyeberangan Karimunjawa-Jepara Kembali Normal
Minggu, 10 Agustus 2014 18:25 WIB
Sejumlah wisatawan di dermaga Pelabuhan Jepara akan bertolak menuju ke Karimunjawa dengan menggunakan kapal motor
"Sejak Sabtu (9/8) aktivitas kapal penumpang sudah kembali normal sehingga sudah bisa menyeberangkan penumpang dari Pelabuhan Jepara menuju Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Jepara, atau sebaliknya," kata Syahbandar Jepara Yuniarso di Jepara, Minggu.
Demikian halnya, lanjut dia, wisatawan Karimunjawa yang sebelumnya sempat tertahan akibat cuaca laut juga bisa diseberangkan ke Jepara.
Hanya saja, kata dia, kapal motor penumpang yang beroperasi hari ini (10/8) hanya KMP Muria, sedangkan kapal cepat tidak beroperasi.
Ketinggian gelombang laut di Karimunjawa, kata dia, hari ini (10/8) berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jateng rata-rata 1,25--1,5 meter dengan kecepatan angin antara 11--14 knot.
"Ketinggian gelombang maksimal antara 1,5--2 meter," ujarnya.
Sementara ketinggian gelombang laut di utara Jateng, kata dia, rata-rata antara 0,5--1,25 meter dengan ketinggian gelombang maksimal antara 1,25--2 meter.
Cuaca laut di perairan Jepara mulai memburuk terjadi sejak Selasa (5/8), sehingga sempat mengganggu jadwal keberangkatan kapal dari Jepara menuju Karimunjawa.
"Dengan kembali beroperasinya kapal penumpang yang melayani penyeberangan dari Jepara ke Karimunjawa, maka wisatawan yang sempat tertahan sejak Selasa (5/8) sudah pulang karena Sabtu (9/8) sudah ada kapal penumpang yang beroperasi," ujar Camat Karimunjawa, Muh. Tahsin.
Meskipun ada wisatawan yang tertahan akibat cuaca laut tinggi pada musim timuran, kata dia, kini kembali datang ratusan wisatawan.
Ia berharap, biro perjalanan wisata memberikan penjelasan yang lengkap terhadap para wisatawan terkait cuaca laut setempat.
"Setidaknya, ketika menghadapi persoalan cuaca laut mereka tidak khawatir karena sudah mempersiapkan bekal sejak awal," ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, mereka juga sudah siap secara mental.
Terkait dengan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) maupun elpiji, kata dia, sudah kembali normal karena sudah berulang kali ada distribusi BBM jenis solar maupun premium.
"Demikian halnya pasokan elpiji juga ada penambahan sehingga tidak ada lagi kekhawatiran masyarakat akan mengalami kelangkaan," ujarnya.
Sejauh ini, lanjut dia, masyarakat sudah terbiasa dengan kondisi cuaca laut, sehingga stok kebutuhan pokok juga sudah dipersiapkan sebelumnya.
Demikian halnya, lanjut dia, wisatawan Karimunjawa yang sebelumnya sempat tertahan akibat cuaca laut juga bisa diseberangkan ke Jepara.
Hanya saja, kata dia, kapal motor penumpang yang beroperasi hari ini (10/8) hanya KMP Muria, sedangkan kapal cepat tidak beroperasi.
Ketinggian gelombang laut di Karimunjawa, kata dia, hari ini (10/8) berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jateng rata-rata 1,25--1,5 meter dengan kecepatan angin antara 11--14 knot.
"Ketinggian gelombang maksimal antara 1,5--2 meter," ujarnya.
Sementara ketinggian gelombang laut di utara Jateng, kata dia, rata-rata antara 0,5--1,25 meter dengan ketinggian gelombang maksimal antara 1,25--2 meter.
Cuaca laut di perairan Jepara mulai memburuk terjadi sejak Selasa (5/8), sehingga sempat mengganggu jadwal keberangkatan kapal dari Jepara menuju Karimunjawa.
"Dengan kembali beroperasinya kapal penumpang yang melayani penyeberangan dari Jepara ke Karimunjawa, maka wisatawan yang sempat tertahan sejak Selasa (5/8) sudah pulang karena Sabtu (9/8) sudah ada kapal penumpang yang beroperasi," ujar Camat Karimunjawa, Muh. Tahsin.
Meskipun ada wisatawan yang tertahan akibat cuaca laut tinggi pada musim timuran, kata dia, kini kembali datang ratusan wisatawan.
Ia berharap, biro perjalanan wisata memberikan penjelasan yang lengkap terhadap para wisatawan terkait cuaca laut setempat.
"Setidaknya, ketika menghadapi persoalan cuaca laut mereka tidak khawatir karena sudah mempersiapkan bekal sejak awal," ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, mereka juga sudah siap secara mental.
Terkait dengan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) maupun elpiji, kata dia, sudah kembali normal karena sudah berulang kali ada distribusi BBM jenis solar maupun premium.
"Demikian halnya pasokan elpiji juga ada penambahan sehingga tidak ada lagi kekhawatiran masyarakat akan mengalami kelangkaan," ujarnya.
Sejauh ini, lanjut dia, masyarakat sudah terbiasa dengan kondisi cuaca laut, sehingga stok kebutuhan pokok juga sudah dipersiapkan sebelumnya.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Muhammadiyah ingatkan resiliensi bencana penting bagi pangan-ekonomi Jateng selatan
15 May 2026 14:14 WIB
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Muhammadiyah ingatkan resiliensi bencana penting bagi pangan-ekonomi Jateng selatan
15 May 2026 14:14 WIB
PLN UID Jateng salurkan bantuan sembako untuk warga Demak yang terdampak banjir
11 April 2026 6:02 WIB