
Rumah Sakit Pun Pameran di Mal

Sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah bakal mengikuti pameran kesehatan yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Jateng di Mal Paragon Semarang, 1-4 Mei 2014.
"Pameran ini diikuti 30 peserta, enam di antaranya adalah RS. Sementara lainnya, perusahaan jamu, farmasi, dan klinik kesehatan," kata Ketua PMI Jateng Sasongko Tedjo di Semarang, Selasa.
Pameran kesehatan bertajuk "Central Java Health Expo" itu merupakan ajang tahunan yang sudah digelar ketiga kalinya untuk mendekatkan dan mengedukasi masyarakat berkaitan dengan kesehatan.
Menurut mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng itu, beberapa kalangan perguruan tinggi yang memiliki program studi kesehatan juga kembali ambil bagian dalam pameran itu.
Peserta pameran, antara lain RS Columbia Asia Semarang yang merupakan RS baru, RS William Booth, RS Panti Wilasa Citarum, RSUD Kota Semarang, RS Ken Saras, dan RS Islam Sultan Agung Semarang.
Klinik kesehatan yang ikut, di antaranya Muntira Skin Care Klinik Kudus, Moira Skin Care, Skin Essential Clinic (SEC), sementara kalangan perguruan tinggi dari Udinus dan Poltekkes Semarang.
"Lewat pameran ini, kami ingin memberikan informasi berkaitan dengan pembangunan kesehatan di Jateng sejauh ini. Apa saja fasilitas pelayanan kesehatan yang dimiliki RS di Jateng," katanya.
Ia mengakui selama ini masih banyak masyarakat yang memilih berobat ke RS di luar negeri karena menganggap peralatannya lebih lengkap, padahal RS yang ada di Jateng sebenarnya sudah memilikinya.
"Karena itu, masyarakat agar lebih tahu bagaimana perkembangan pembangunan kesehatan di Jateng. Jadi, tidak perlu lagi jauh-jauh ke Singapura, Malaysia, dan sebagainya untuk berobat," kata Sasongko.
Sementara itu, Ketua Bidang Pelayanan Sosial Kesehatan Masyarakat (Yansoskesmas) PMI Jateng Imam Triyanto menambahkan pameran tersebut diselenggarakan untuk memeringati Hari Palang Merah Sedunia.
"Hari Palang Merah Sedunia diperingati setiap 8 Mei. Kali ini, peringatan yang ke-151 tahun. Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang berbagai persoalan kesehatan," katanya.
Untuk pemilihan lokasi di mal, Imam mengakui pemilihan mal sebagai lokasi karena selama ini mal merupakan tempat yang banyak dikunjungi masyarakat sehingga pameran itu mudah terakses.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
