Logo Header Antaranews Jateng

Gubernur: Perlu Pendekatan Pembebasan Lahan Pabrik Semen

Sabtu, 26 April 2014 17:23 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: ANTARA/Anis Efizudin)

"Pendekatan dan rasionalisasi dengan masyarakat ini perlu dilakukan jika kenaikannya (kenaikan harga lahan yang akan dibebaskan, red.) melebihi standar harga yang wajar," katanya, di Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Sabtu.

Ganjar mengatakan hal itu saat meninjau pembangunan pabrik semen Pan Asia yang diprakarsai PT Sinar Tambang Arthalestari di Ajibarang.

Menurut dia, kenaikan harga lahan yang mencapai 300 persen itu masih wajar.

Akan tetapi jika kenaikannya mencapai 600-700 persen, kata dia, sudah tidak wajar karena telah melampaui standar harga lahan.

Terkait belum tuntasnya pembebasan lahan untuk pembangunan pabrik semen itu, Ganjar mengatakan bahwa perusahaan perlu melakukan pendekatan dengan masyarakat dalam rangka memperlancar proses pembebasan lahan.

"Masyarakat harus diajak untuk berpikir secara rasional tentang standar harga lahan," tegasnya.

Oleh karena itu, kata dia, perusahaan harus mengedepankan perembukan dengan masyarakat agar mencapai keseimbangan.

Selain itu, lanjut dia, perlu adanya pemberian insentif berupa ganti untung, tawaran pekerjaan untuk penjual lahan, dan pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility-CSR) untuk kebutuhan masyarakat sekitar.

"Saya ingin ada simbiosis mutualisme," katanya.

Ia mengharapkan masyarakat tetap bisa menikmati keuntungan meskipun sudah tidak ada masalah terhadap lahan Perhutani yang akan dimanfaatkan untuk pabrik semen.

Ganjar mengakui bahwa kendala dalam pembebasan lahan untuk kepentingan investasi sudah sering terjadi di Jawa Tengah.

Dalam hal ini, dia mencontohkan rencana pembangunan pabrik semen di Rembang dan pembangkit listrik tenaga uap di Batang.

"Saya berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat, dan investor untuk mendorong suksesnya investasi di Jawa Tengah," katanya.

Sementara itu, pimpinan proyek pabrik semen Pan Asia, Indra Wibowo mengatakan bahwa hingga saat ini, proses pembebasan lahan masih berlangsung.

Berdasarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP), kata dia, kebutuhan lahan untuk pertambangan bagi pabrik semen itu berkisar 300-900 hektare.

"Kami menargetkan pabrik semen dapat beroperasi pada tahun 2015," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya terus melakukan pendekatan dengan masyarakat demi kelancaran proses pembebasan lahan.

"Kalau lahan dari Perhutani sudah tidak ada masalah lagi," katanya.



Pewarta:
Editor: Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026