Logo Header Antaranews Jateng

BTN-Mandiri Dipaksa Merger, Program Rumah Sederhana Terganggu

Selasa, 22 April 2014 16:15 WIB
Image Print
Seorang pekerja mengangkut bata saat pembangunan salah satu unit RSS (Rumah Sederhana Sehat). Foto ANTARA/Ari Bowo Sucipto/ss/ama/09.

"Paling tidak kalau dari kacamata pengembang rumah sederhana kalau itu dipaksakan untuk merger sebetulnya ada keuntungan dan kerugiannya, kalau keuntungannya yaitu dari sisi kapital bisa mengcover rumah middle tapi dari sisi rumah sederhana sebetulnya merugikan," katanya di Semarang, Selasa.

Kerugian tersebut, menurut dia, karena sampai saat ini hampir 90 persen program rumah sederhana yang mengcover adalah BTN, selain itu bank BUMN tersebut sudah berpengalaman puluhan tahun lalu untuk mengurusi rumah sederhana.

"Kalau alasan dilakukan merger, kami sebagai pengembang tidak paham itu yang pasti kami berharap sebetulnya lebih baik kembali ke semula saja," jelasnya.

Terutama dari segi Sumber Daya Manusia (SDM), Andi mengatakan hingga saat ini BTN belum bisa disaingi oleh bank manapun.

"Pernah ada bank BUMN lainnya mengcover dana tersebut ternyata kemampuannya tidak seperti BTN terutama untuk SDM yang sudah terlatih setiap tahun mengurus rumah sederhana," jelasnya.

Andi mengatakan jika memang terjadi hal-hal bersifat teknis di tubuh BTN akan lebih baik bank tersebut yang diprofesionalkan, di antaranya jika sampai terjadi permasalahan manajemen.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026