
Persediaan Beras di Pekalongan Menipis

Kepala Bulog Wiradesa Pekalongan, Tony Eka Riyanto di Pekalongan, Minggu, mengatakan bahwa meski stok telah menipis, bulog tetap siaga 24 jam melayani permintaan distribusi beras untuk keperluan penanganan kemungkinan terjadinya bencana.
"Beras cadangan pemerintah yang kami kelola sebanyak 100 ton tetapi yang telah disalurkan sekitar 79-80 ton sehingga stok beras yang tersimpan di bulog masih sekitar 20 persen saja," katanya.
Ia mengaku meski banjir telah melanda Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, hingga kini pemkab belum menyampaikan permintaan tambahan beras pada bulog.
"Namun demikian, kami akan selalu siap melayani permintaan distribusi beras jika diperlukan oleh pemerintah sebagai upaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang tertimpa bencana," katanya.
Ia mengatakan menipisnya beras cadangan pemerintah tersebut dipastikan tidak akan mempengaruhi pendistribusian beras untuk warga miskin (Raskin).
"Kami pastikan stok raskin masih cukup untuk mememuhi kebutuhan warga yang berhak menerima beras itu. Hanya saja, untuk stok beras cadangan pemerintah memang sudah menipis," katanya.
Kepala Bagian Perekonomian Kota Pekalongan, Setyo Susilo mengatakan pemkot akan mengajukan tambahan beras cadangan sebanyak 73 ton pada Kementerian Sosial untuk persiapan penangulangan bencana.
"Penambahan beras cadangan tersebut untuk mengamankan persediaan beras yang sudah semakin menipis. Persediaan beras untuk bencana masih tersisa sekitar 22 ton dari jatah per tahun sebanyak 100 ton," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
