
Jalur Jepara-Kudus Mulai Lancar

Koordinator Basarnas Jepara Agung Hari Prabowo ketika dihubungi dari Semarang, Rabu, mengatakan arus lalu lintas Jepara-Kudus saat ini mulai lancar meski masih ada genangan air setinggi separuh ban mobil niaga. Kemarin, elevasi air mencapai 1 meter lebih.
"Namun, untuk jalur Demak-Welahan-Jepara sampai sekarang masih belum bisa dilewati karena jalan raya masih direndam banjir cukup tinggi," katanya.
Warga Jepara sebelumnya sempat cemas menyusul tertutupnya akses ke Kota Ukir dari jalur Demak-Welahan dan Kudus karena pasokan bahan pangan dan bahan bakar minyak bakal menipis. Padahal, dua jalur itulah yang selama ini menjadi pintu masuk dan keluar barang.
Agung menyatakan saat ini sebanyak 2.042 penduduk Welahan, Jepara, mengungsi ke sejumlah lokasi yang dijadikan tempat berlindung, seperti SMAN Welahan, SMPN 1 Welahan, MTs Darul Istiqomah, masjid di Ketileng Singolilo, dan pos pengungsian di Welahan. Jumlah pengungsi tersebut belum termasuk yang ada di Kecamatan Mayong.
"Pengungsi terbanyak ditempatkan di SMAN 1 Welahan, yakni 720 jiwa. Sejak Selasa (21/1) mereka berada di pengungsian," katanya.
Saat ini personel Basarnas terus melakukan penyisiran di kawasan yang mengalami banjir parah, seperti di Desa Banyutowo. "Kami baru saja mengevakuasi 50 warga ke daerah pengungsian karena ketinggian air masih sekitar 1 meter," katanya.
Cuaca di Jepara pada saat ini, kata Agung, tidak menentu karena sebentar Matahari bisa bersinar, namun sesaat kemudian muncul mendung hitam menggelayuti kabupaten penghasil kerajinan ukir dan mebel kayu ini.
Kendati jumlah pengungsi terus bertambah, menurut Agung, sejauh ini pasokan makanan kepada korban tetap rutin, begitu pula kesiapan paramedis yang melayani keluhan kesehatan para pengungsi.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo direncanakan pada Rabu sore menuju Jepara dan Kudus.
Pewarta: -
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
