Logo Header Antaranews Jateng

DeAr: Pemerintah Harusnya Membatalkan, Bukan Cuma Menurunkan

Senin, 6 Januari 2014 15:30 WIB
Image Print
Anggota Komisi VII (Bidang Energi) DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dr. Dewi Aryani, M.Si.

Dengan penurunan itu, kata Dewi Aryani yang juga Duta UI Reformasi Birokrasi Indonesia kepada Antara Jateng, Senin, berarti ada kenaikan Rp1.000/kg dari harga elpiji nonsubsidi tabung ukuran isi 12 kg sebelum per 1 Januari 2014.

Pemerintah jangan bermain-main pencitraan dengan cara seperti ini. Tidak patut mempermainkan kondisi rakyat yang sedang terpuruk dengan bermain-main dengan harga untuk hal mendasar dalam kehidupan rakyat, katanya.

Calon tetap anggota DPR RI nomor urut 2 dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX (Kabupaten Brebes, Kota/Kabupaten Tegal) itu menegaskan bahwa dampak kenaikan harga elpiji itu sudah bergulir. DeAr khawatir para spekulan akan menggunakan alasan tersebut untuk tetap mempertahankan harga per 1 Januari 2014.

Harusnya dibatalkan untuk mencegah makin parah para spekulan, dan mereka akan beralasan, Apa-apa sudah naik, tidak bisa turun'. Akan tetapi, kalau harga elpiji turun ke harga semula atau sebelum 1 Januari 2014, pergerakan harga-harga di level masyarakat bisa dikembalikan semula, kata DeAr.

Sementara itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan PT Pertamina (Persero) masih mengalami kerugian sebesar Rp6,5 triliun per tahun dari bisnis elpiji ukuran 12 kilogram meskipun menaikkan harga sebesar Rp1.000/kg.

"Sebelumnya, Pertamina rugi Rp7,7 triliun dari bisnis elpiji 12 kilogram. Tapi dengan kenaikan Rp1.000 per kilogram, kerugian bisa ditekan hingga Rp6,5 triliun," kata Dahlan dalam konferensi pers usai Rapat Konsultasi dengan BPK soal kenaikan elpiji 12 kg di Gedung BPK, Senin (6/1).



Pewarta:
Editor: Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026