
Undip "Panen" 12 Profesor pada 2013

"Sepanjang tahun ini memang sudah 12 guru besar kami kukuhkan. Jadi, bisa dikatakan setiap bulan lahir satu guru besar baru dari kampus ini," kata Rektor Undip Prof Sudharto P. Hadi di Semarang, Selasa.
Hal itu diungkapkan di sela pengukuhan dua guru besar Undip, yakni Prof Edy Kurnianto dari Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) dan Prof Bambang Setioko dari Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik.
Menurut Sudharto, penambahan sebanyak 12 guru besar tahun ini hendaknya tidak dilihat dari aspek kuantitas semata, melainkan dari aspek kualitas dengan semakin meningkatnya kajian keilmuan di Undip.
"Bukan hanya jumlahnya yang saya tekankan, tetapi dari kualitasnya. Bahwa mereka (guru besar, red.) harus menjadi 'role model', panutan bagi para dosen-dosen lain yang belum, profesor," katanya.
Sebagai guru besar, Sudharto mengharapkan mereka tetap menjalankan tridharma perguruan tinggi, yakni aktif melakukan penelitian, publikasi ilmiah, di samping mengajar mahasiswa S-1, S-2, dan S-3.
Prof Edy Kurnianto yang menyampaikan pidato ilmiah berjudul "Strategi Peningkatan Produktivitas Sapi Perah Melalui Perbaikan Mutu Genetik Pejantan" menyoroti masih minimnya produksi susu sapi di Indonesia.
"Produksi susu sapi di Indonesia masih rendah, rata-rata masih 10 liter/ekor/hari. Akibatnya, hanya mampu mencukupi 26 persen kebutuhan konsumsi dalam negeri, sementara sisanya masih mengandalkan impor," katanya.
Ia menjelaskan peningkatan kualitas sapi pejantan perlu dioptimalkan bukan melulu betina, mengingat seekor mampu menghasilkan keturunan ribuan ekor, sementara seekor betina hanya mampu menghasilkan beberapa ekor.
Sementara, Prof Bambang Setioko yang mengangkat pidato ilmiah berjudul "Integrasi Ruang Perkotaan Dalam Fenomena Pertumbuhan Kawasan Pinggiran Kota di Indonesia" menyoroti tumbuhnya permukiman "kluster".
"Permukiman model 'kluster' menghambat integrasi kota dan pinggiran atau desa. Sekarang 'kluster' banyak dikembangkan di pinggiran, sebenarnya tidak cocok. Cocoknya yang dikembangkan di perkotaan," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
