Logo Header Antaranews Jateng

Menlu Didesak Lakukan Pertemuan dengan Arab Saudi

Kamis, 31 Oktober 2013 13:03 WIB
Image Print
Menlu Marty Natalegawa (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

"Sepatutnya Menlu Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa segera meminta pertemuan bilateral tingkat menteri untuk mencari solusi bagi potensi ledakan permasalahan migran ilegal mengingat mereka rawan jadi objek kriminalisasi," kata Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Eva Kusuma Sundari ketika dihubungi dari Semarang, Kamis.

Menyinggung puluhan ribu TKI yang melanggar izin tinggal (overstayers) di Arab Saudi terancam dideportasi. Eva yang juga anggota Komisi III (Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Keamanan) DPR RI mengatakan bahwa di satu sisi bisa mengurangi risiko tersebut.

Akan tetapi, lanjut dia, di sisi lain akibat deportasi tersebut mereka akan di-"blacklist" oleh dua negara sekaligus. Hal ini akan menjadi vonis "mati" bagi mereka, terutama yang mempunyai jaringan kerja tradisional di Arab Saudi.

Oleh karena itu, dia menegaskan kembali bahwa dialog bilateral itu pantas dilakukan mengingat dalam realitas kedua negara saling membutuhkan.

"Syukur-syukur Presiden mengirim utusan khusus untuk menemui Raja Arab Saudi sebagai bentuk keseriusan sebelum pembicaraan bilateral tingkat menteri dilaksanakan," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah--dalam hal ini Menlu--tidak boleh lepas tangan hanya dengan mengingatkan risiko setelah amnesti berakhir, sementara para sukarelawan masih memompa semangat memberikan bantuan teknis dan bersedia melakukan upaya ekstra (extra efforts) sehingga pemerintah patut bertindak mengimbanginya.

"Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi harus siapkan skenario jalan keluar, termasuk kesiapan pemerintah RI menyediakan kapal laut bagi puluhan ribu TKI 'overstayers' seperti pada tahun 2011," kata anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026