Logo Header Antaranews Jateng

Rupiah Senin Pagi Menguat menjadi Rp11.195

Senin, 7 Oktober 2013 10:23 WIB
Image Print
ILUSTRASI - Mata uang Rupiah.(ANTARANews/ferly)

"Kondisi pemerintahan AS yang sedang pelik sementara data ekonomi Indonesia yang positif memberikan berkah bagi kurs rupiah terus mengalami kenaikan," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan penguatan kurs rupiah juga seiring dengan mata uang yen dan mata uang Asia lainnya yang memanfaatkan pelemahan dolar AS seiring dengan berhentinya sebagian kegiatan (partial shutdown) departemen pemerintahan AS.

Akan tetapi, menurut dia, berlarut-larutnya kondisi AS itu dapat membuat pelaku pasar menjauhi aset-aset berisiko, termasuk mata uang dari negara-negara berkembang (emerging market) salah satunya rupiah.

Ia mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap ekonomi AS bisa menyurutkan optimisme terhadap pencapaian atas kinerja ekonomi Indonesia yang mencatatkan keberhasilan pada surplus neraca perdagangan pada Agustus lalu.

Analis Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir menambahkan, serangkaian data ekonomi Indonesia masih cukup positif untuk mendorong penguatan mata uang domestik terhadap dolar AS, dimana inflasi melambat, indeks manufaktur meningkat, dan neraca perdagangan mencatatkan surplus.

Selain itu, lanjut dia, kesepakatan fasilitas "swap" antara Bank Indonesia (BI) dengan bank sentral China juga dapat menjaga kecukupan dana BI untuk melanjutkan intervensi di pasar.

"Kondisi itu masih dapat memberikan sentimen positif untuk rupiah. Meski demikian, penguatan masih rapuh seiring investor tetap waspada dengan berlanjutnya penutupan sebagian aktivitas pemerintahan AS," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026