
Purwokerto Deflasi 0,71 Persen

"Deflasi ini disebabkan adanya penurunan harga beberapa komoditas seperti cabai rawit, bawang merah, dan cabai merah," katanya di Purwokerto, Jumat.
Ia menjelaskan harga cabai rawit mengalami penurunan sebesar 33 persen, bawang merah 29 persen, dan cabai merah 17,9 persen.
Menurut dia, penurunan harga tersebut terjadi akibat pasokan cukup banyak, sedangkan kebutuhan relatif normal.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa komoditas yang cukup besar memberikan kontribusi terhadap terjadinya inflasi negatif, yakni bawang merah sebesar 0,4 persen, cabai rawit 0,2 persen, dan telur ayam ras 0,1 persen.
"Sementara untuk kelompok penyumbang atau pemberi kontribusi positif terbesar, yakni tukang bukan mandor sebesar 0,2 persen, disusul tempe 0,1 persen, jeruk 0,06 persen, dan sate 0,05 persen," katanya.
Ia mengatakan bahwa kontribusi positif dari kelompok tukang bukan mandor itu diperkirakan terjadi karena adanya permintaan kenaikan upah seiring dengan kenaikan harga kebutuhan hidup.
Untuk tempe diperkirakan karena adanya kenaikan harga kedelai, jeruk akibat banyaknya buah impor, dan sate dipengaruhi kenaikan harga daging kambing maupun ayam.
Fadhil mengatakan bahwa BI Purwokerto memperkirakan Kota Purwokerto pada Oktober 2013 masih mengalami deflasi atau inflasi negatif dengan kisaran 0-0,2 persen.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
