
Rendah, Minat Baca Masyarakat Jateng

Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Tengah Siswanto mengatakan hal tersebut kepada wartawan usai acara Pesta Buku Solo 2013 di Balai Kota Surakarta, Kamis.
Ia memperkirakan minat baca masyarakat di Jawa Tengah hanya sekitar 25 persen dari jumlah penduduk yang ada.
"Melihat kondisi seperti ini maka perlu adanya penggalakan minat baca, karena melalui cara ini akan menambah banyak pengetahuan yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang pisitif baik pribadi maupun umum," katanya.
Siswanto mengatakan bahwa masyarakat Jawa Tengah khususnya dan Indonesia umumnya lebih suka menonton dibanding membaca.
Selain itu, lanut dia, masih rendahnya minat baca di masyarakat salah satunya terkendala pada prasarana dan sarana berikut memelihara dan mengembangkannya.
Ia mencontohkan pada 2008 sebenarnya IKAPI telah merintis desa buku di Magelang. Tetapi untuk mengaturnya ternyata tidak mudah. Katakanlah fasilitas ada tetapi tidak terpelihara akhirnya juga sama saja.
Dikatakan, sebenarnya penerbit tidak keberatan untuk membantu semua materi yang diperlukan oleh perpustakaan di kampung-kampung atau di instansi tertentu.
Pewarta: Joko Widodo
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
