Logo Header Antaranews Jateng

Pembebasan 16 Lahan Bantaran Bengawan Solo Diprioritaskan

Selasa, 10 September 2013 09:45 WIB
Image Print
Ilustrasi - BENGAWAN SOLO MELUAP. Warga melintasi banjir di Kampung Ledoksari, Solo, Senin (2/1). Hujan deras yang mengguyur Solo sekitar 6 jam menyebabkan sungai Bengawan Solo meluap dan mengakibatkan ratusan warga bantaran terpaksa mengungsi akibat


Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Bapermas PP PA dan KB Pemkot Surakarta, Sukendar Tri Cahyo Kemat, di Solo, Selasa, mengatakan pembebasan tanah dan hunian di kawasan itu adalah kunci kelanjutan pembangunan parapet yang tertunda akibat dana cupet program relokasi.

"Pembebasan tanah hak milik dan bangunan di RT 02/RW IX Pucangsawit kini sudah bisa dilakukan, seiring ketersediaan dana relokasi dan kesediaan pemilik melepas asetnya," katanya.

Administrasi pertanahan di bidang-bidang tanah tersebut, lanjutnya, relatif siap dilakukan pelepasan aset. "Di anggaran perubahan, prioritas pengucuran dana relokasi ada di Pucangsawit, dengan pertimbangan kelanjutan pembangunan parapet. Ada 16 bidang tanah, yang di antaranya terdapat pabrik cukup luas," katanya.

Ia mengatakan pekan ini Bapermas berencana menyosialisasikan ihwal administratif pelepasan aset kepada para pemilik 16 petak lahan di Pucangsawit dan 46 bidang tanah di kampung Sewu, Jebres.

Dikatakan, usulan dana pembebasan mencapai Rp22,149 miliar dengan sasaran tanah dan bangunan hak milik serta 94 bangunan di atas tanah negara. Sukendar mengatakan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) bisa melanjutkan pembangunan dinding beton penahan banjir pascarelokasi.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026