
PDIP Harus Manfaatkan Momentum Jokowi

"Begini, pengalaman kepemimpinan di banyak negara, ada pemimpin yang muncul karena momen, disebut dengan 'momentum leader'. Pemimpin muncul di saat momentum yang tepat," katanya di Semarang, Senin.
Pengajar FISIP Undip itu mengatakan sekarang ini merupakan momentumnya mantan Wali Kota Solo itu ketika banyak masyarakat mendambakan pemimpin seperti Jokowi yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Menurut dia, PDI Perjuangan memiliki kesempatan untuk memanfaatkan momentum itu dengan menjagokan Jokowi sebagai calon presiden pada 2014, ketika tak ada tokoh internal lain yang sanggup menandingi popularitasnya.
"Saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan kemarin kan kelihatan. Ada dorongan besar, baik dari internal dan eksternal untuk menjagokan Jokowi sebagai capres. Memang sekarang eranya Jokowi," katanya.
Permasalahannya, kata dia, momentum itu hanya datang sekali sehingga harus dimanfaatkan dengan baik dan sangat bergantung pada PDI Perjuangan apakah mau atau tidak untuk mengambil momentum tersebut.
"Contohnya, Amien Rais yang muncul saat reformasi. Momentumnya ya ketika 1998, habis itu kan redup. Wiranto juga sama, momentumnya ya 1998 itu. Sekarang ini sudah bukan momentum Wiranto lagi untuk maju," katanya.
Demikian pula dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang saat ini juga sudah hilang momentumnya, kata dia, sehingga sudah bukan saatnya lagi memaksakan diri untuk mencalonkan sebagai capres.
"Sekarang tinggal keberanian PDI Perjuangan untuk memanfaatkan momentumnya Jokowi. Kalau ada anggapan sebaiknya Jokowi baru maju pada pemilu berikutnya (2019) bisa jadi sudah kehilangan momen," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
