Logo Header Antaranews Jateng

Manajemen Persis Liburkan Pemainnya

Jumat, 6 September 2013 16:28 WIB
Image Print
ilustrasi

"Kami untuk sementara meliburkan semua pemain agar mereka bisa lebih rilek, setelah melawan PSS yang berakhir tim Sleman mundur dari pertandingan," kata Manajer Persis Solo Joni Sofyan Erwandi, di Solo, Jumat.

Menurut dia, timnya yang menang walk out (WO) melawan tamunya PSS Sleman, karena tim asal Sleman itu, tidak keluar ke lapangan saat memasuki babak kedua.

Menyinggung soal soal hasil WO dianggap tidak sah oleh PSSI, Joni menjelaskan, pihaknya belum memerima surat resmi, justru pihaknya mengetahui dari media cetak maupun elektronik.

Menurut dia, tidak sahnya hasil pertandingan Persis melawan PSS, karena timnya adalah salah satu klub Divisi Utama PT LPIS yang terkena sanksi diskualifikasi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Pihaknya sudah mengklarifikasi soal hal tersebut, dan menerima surat tembusan dengan nomor 741/LPIS-Dir/Comp/IPL/AM/IX/2013, tentang tanggapan atas penangguhan pelaksanaan kompetisi yang ditandatangani CEO PT LPIS Widjajanto.

"Kami sebenarnya masih menyisakan empat pertandingan, yakni main tandang melawan PSBI Blitar, Persekap Pasuruhan, Persiwon di Boyolali. Sedangkan, Persis main kandang melawan Persinga Nganjuk," katanya.

Menurut Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo bahwa pertandingan Persis melawan PSS Sleman, tidak sah memang menjadi urusannya PSSI, sehingga harus diikuti aturan itu.

Menurut dia, pihaknya tidak mengetahui soal izin mengadakan pertandingan Persis melawan PSS.

"Kami hanya mengizinkan soal pemakaian lapangan Stadion Manahan, dan mengenai soal keamanan dari pihak kepolisian," katanya.

Menyinggung soal tidak ada izin pertandingan, Rudyatmo menjelaskan, jika tidak ada izin dari PSSI mengapa laga tersebut bisa digelar. Pengawas pertandingan (PP) juga ada diturunkan, dan hal itu pasti utusan dari PSSI.

"Jika sampai ada kejadian seperti itu, artinya pihak manajemen pengelolaan PSSI diperlukan perubahan yang serius," kata Rudyatmo yang juga mantan Ketua Umum Tim Persis Solo.

Menyinggung soal korban luka-luka dari penonton, Rudyatmo menjelaskan, hal itu sudah menjadi tanggung jawab oleh panitia pelaksana (Panpel). Jika hal ini, terus berlangsung, dibutuhkan terobosan dari PSSI untuk mengansuransikan penontonnya.



Pewarta:
Editor: hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026