Logo Header Antaranews Jateng

Panpel Persis Ditegur Polresta Surakarta

Rabu, 4 September 2013 21:14 WIB
Image Print

"Kami segera melayangkan surat teguran kepada Panpel Persis, karena mereka tidak dapat izin mengadakan pertandingan, tetapi mereka nekat," kata Kasat Intelkam Polresta Surakarta Kompol Fahrudin, usai pengamanan pertandingan Persis menjamu PSS Sleman di Stadion Manahan Solo, Rabu.

Menurut Kasat pihaknya sudah mengingatkan kepada Panpel untuk diadakan di luar Kota Solo karena pertandingan Persis lawan PSS tidak mendapatkan izin dari kepolisian. Hal ini, karena dinilai rawan kericuhan antara kedua suporter.

Sementara pertandingan Persis melawan PSS yang berakhir hanya babak pertama saja, karena PSS Sleman mengundurkan diri tidak mau melanjutkan pertandingan di babak kedua. Persis dinyatakan menang WO atas PSS.

Pertandingan tersebut menyebabkan delapan suporter mengalami luka-luka akibat terkena pukulan suporter Pasoepati. Dua korban di antaranya dibawa ke rumah sakit, sedangkan lainnya rawat jalan dan dipulangkan ke rumah masing-masing.

"Kami belum tahu korban yang terkena pukulan suporter itu, tetapi salah satunya warga Klaten," katanya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan ketua Pasoepati maupun Panpel untuk bertanggung jawab membiayai pengobatan para korban tersebut.

Menurut Kasat, pihaknya akan melakukan penyelidikan kasus tersebut, karena pelakunya orang banyak sehingga harus secara perlahan lahan.

Menurut dokter Sigit petugas medis Panpel, dua korban dibawa ke Rumah Sakit Brayat Minulyo Solo, karena kondisinya pingsan, sedangkan lainnya rawat jalan. Korban kebanyakan terluka akibat terkena pukulan.
Sementara pemain PSS Sleman saat kembali ke Sleman harus mendapatkan menjagaan ketat dari aparat keamanan baik dari kepolisian maupun anggota TNI.

Para pemain dan ofisial PSS Sleman akhirnya dinaikkan dengan kendaraan truk Dalmas Polresta Surakarta menuju Sleman.



Pewarta:
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026