
Pemerintah Tawarkan Rumah Murah

"Ada 10 kota yang menjadi lokasi pameran ini, di antaranya Semarang," kata Pemimpin Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU-PPP) Kemenpera DT Saraswati usai pembukaan pameran di Java Mal Semarang, Kamis.
Sembilan kota lain lokasi penyelenggaraan pameran serupa, yakni Bogor, Banjarmasin, Tangerang, Makassar, Palembang, Bandung, Medan (28 Agustus-1 September), Pontianak (1-5 September), dan Malang (3-7 September 2013).
Menurut dia, Kemenpera bekerja sama dengan sejumlah bank pelaksana penyalur dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan para pengembang lokal untuk membangun rumah bersubsidi dari pemerintah.
"Ini adalah salah satu program pemerintah di bidang perumahan yang prorakyat. Kemenpera bekerja sama dengan delapan bank umum nasional dan 17 bank pembangunan daerah (BPD) untuk penyaluran KPR-FLPP," katanya.
Menurut catatan, harga rumah sehat sederhana yang dibangun pengembang di Kota Semarang dan sekitarnya saat ini hampir menyentuh Rp100 juta, dengan menyasar pegawai bergaji Rp2,5 juta/bulan.
Melalui KPR-FLPP, kata dia, masyarakat bisa memiliki rumah sederhana dengan angsuran rendah dan bunga tetap 7,25 persen selama masa "tenor" (pelunasan pinjaman) 20 tahun sehingga cukup terjangkau bagi kalangan MBR.
"Dalam kegiatan ini, kami juga akan mengadakan seminar, talkshow, maupun klinik konsultasi bagi para pengunjung berkaitan dengan perumahan. Masyarakat bisa memanfaatkan klinik konsultasi ini," kata Saraswati.
Sementara itu, Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera, Pangihutan Marpaung mengatakan pameran perumahan itu memang khusus untuk memfasilitasi kalangan MBR agar bisa memiliki tempat tinggal dengan harga terjangkau.
Ia mengatakan pihaknya menargetkan sebanyak-banyaknya rumah berhasil terjual dalam pameran itu untuk kalangan MBR, sebab selama ini mungkin para MBR tidak memiliki akses informasi cukup untuk kepemilikan rumah sederhana.
"Kebutuhan rumah seiring pertambahan keluarga baru setiap tahun sekitar 800 ribu unit. Sementara ini, baru bisa tercukupi 200 unit rumah/tahun. Ya 'backlog' (angka kekurangan rumah) masih cukup tinggi," katanya.
Pameran itu diikuti puluhan pengembang yang menawarkan perumahan di sejumlah daerah, antara lain Semarang, Solo, Kendal, Yogyakarta, Purwokerto, dan Kabupaten Semarang dengan harga jual rata-rata sekitar Rp88 juta/unit.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
