
Harga BBM Naik, Tempe-Tahu Masih Bertahan

"Setahu saya memang harga kedelai naik sudah lama, tetapi karena harga kulakan tahu saya tidak naik ya harga jualnya tetap harga lama," kata Suharti (45) salah satu pedagang tahu di Pasar Peterongan Semarang, Selasa.
Suharti mengakui tidak memproduksi tahu sendiri tetapi seluruh barang dagangannya berasal dari setoran para pengrajin.
Setiap hari, Suharti mendapatkan setoran tahu lebih dari 700 biji dan banyak bakul yang kulakan ditempatnya.
"Selama pembuat tahunya tidak menaikkan harga, ya saya juga tidak akan menaikkan harga jualnya," katanya.
Tidak adanya kenaikan harga juga diakui Ibu Is (50) perajin tempe di daerah Krobokan, Kecamatan Semarang Barat.
Ia mengaku harga jual tempe tetap stabil tidak ada kenaikan dan selama liburan, jumlah produksi tempe mengalami penurunan.
"Jika setiap harinya bisa membuat 3,5 kwintal, selama liburan menurun menjadi sekitar 3 kwintal karena kantin sekolah yang biasanya menyediakan nasi kuning dan kering tempe ikut libur," katanya .
Selain liburan, pada bulan Ramadhan produksi tempe diperkirakan juga akan dikurangi lagi karena pesanan dari sejumlah kantor juga berkuarang.
Di Kota Semarang terdapat sejumlah pusat pembuatan tempat dan tahu selain di Krobokan juga ada di daerah Kecamatan Candisari.
Pewarta: Nur Istibsaroh
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
