
Bupati: Data BLSM Salah, Dikembalikan ke Desa
.jpg)
"Kami sudah merapatkan soal persiapan pembagian program BLSM sebagai kompensasi dampak kenaikan harga BBM itu. Jika menemukan data yang salah di lapangan, dapat dikembalikan ke desa yang bersangkutan," kata Seno Samodro di Boyolali, Jumat.
Menurut Bupati, data yang salah tersebut setelah dikembalikan ke desa atau RT/RW, kemudian akan digantikan warga baru yang layak menerima bantuan dari pemerintah tersebut.
"Kami jika menemukan data yang salah di lapangan. Maksudnya, warga yang sudah meninggal dunia tetapi masih tercantum sebagai penerima BLSM, atau warga masuk kategori kaya tetapi menerima bantuan akan diganti warga yang layak dan berhak," kata Bupati menegaskan.
Menurut Bupati, data yang kini cukup valid memang menggunakan daftar penerima bantuan beras untuk masyarakat miskin (raskin). Data raskin itu, memang betul-betul warga yang layak menerima bantuan BLSM tersebut.
Pemkab Boyolali selain mengumpulkan para camat di 19 wilayah untuk melakukan sosialisasi ke tingkat bawah atau desa dan RW hingga RT, juga ada surat edaran persiapan penyaluran program BLSM melalui Kantor Pos setempat.
"Kami sudah memberikan surat edaran ke bawah. Boyolali tidak tergesa-gesa mendistribusikan BLSM, tetapi yang terpenting datanya bisa akurat," kata Bupati menegaskan.
Menurut Bupati, pemkab dalam penyaluran program BLSM akan melakukan pengawalan sehingga kebijakan bantuan pemerintah itu bisa berjalan lancar dan tertib.
Sementara itu, jumlah warga di kabupaten Boyolali yang menerima bantuan program BLSM tersebut sebanyak 64.166 keluarga.
"Kami hingga sekarang masih menunggu datangnya kiriman kartu perlindungan sosial (KPS) dari pusat. Kartu itu dibagikan sesuai nama dan alamat rumah warga penerima untuk pengambilan BLSM," katanya.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
.jpg)