Logo Header Antaranews Jateng

Solar Langka, Petani Kesulitan Garap Sawah

Minggu, 24 Maret 2013 18:23 WIB
Image Print
ilustrasi


"Sejak tiga hari terakhir, memang sudah mendengar adanya kelangkaan solar bersubsidi di SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum, red.)," kata Nasikan, petani di Desa Undaan Tengah, di Kudus, Minggu.

Hingga kini, kata dia, areal sawah yang dikelolanya seluas 2 hektare belum bisa dibajak dengan mesin traktor karena sulit mendapatkan solar di SPBU yang ada di Kecamatan Undaan.

Ketika ada pasokan solar di SPBU tersebut, lanjut dia, sudah banyak warga yang antre, termasuk petani untuk kebutuhan mesin traktor guna membajak sawah.

Akibatnya, lanjut dia, tidak semua warga bisa memperolehnya sesuai dengan kebutuhan.

Untuk membeli solar di SPBU lain, kata dia, tidak bisa dilakukan dengan mudah karena khawatir ditolak atau berurusan dengan persoalan hukum. Hal ini mengingat solar yang dibeli merupakan BBM bersubsidi.

Petani pengurus traktor untuk Desa Undaan Tengah, Supriyanto, mengakui bahwa belum semua petani bisa mengolah lahan pertaniannya untuk persiapan menanam tanaman padi karena adanya kelangkaan solar di sejumlah SPBU di Kudus, terutama di wilayah Kecamatan Undaan.

Bahkan, lanjut dia, setiap petani yang membeli solar untuk kebutuhan mesin traktor di SPBU Undaan hanya dijatah 10 liter, padahal setiap hektare sawah membutuhkan 15 liter solar.

pengolahan sawah dengan tenaga manusia, kata dia, butuh biaya yang relatif cukup mahal karena setiap hektare butuh 35 pemacul untuk menyelesaikan proses pengolahan lahan selama lima hari.

"Honor pemacul bisa mencapai Rp80.000 per hari sehingga biaya yang harus ditanggung petani dalam sehari bisa mencapai Rp2,8 juta," ujarnya.

Ketua Forum Koordinasi Perkumpulan Petani Pengguna Air (FP3A) Sistem Kedung Ombo Kaspono menambahkan keterangan bahwa keterlambatan tanam akibat adanya kelangkaan solar bersubsidi yang biasa digunakan petani untuk mengoperasikan mesin traktor untuk pembajakan sawah bisa merugikan petani.

Masalahnya, kata dia, petani yang terlambat tanam tanaman padi rentan diserang hama, seperti hama penggerek batang serta kualitas padi yang dihasilkan juga cenderung turun.



Pewarta:
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026