Logo Header Antaranews Jateng

Cuaca Buruk, Nelayan di Jepara Nekat Melaut

Kamis, 28 Februari 2013 18:42 WIB
Image Print


Seorang nelayan Desa Ujung Batu, Kecamatan Kota Jepara, Kabupaten JeparaAndi di Jepara, Kamis, mengakui sejak tiga hari terakhir mulai memberanikan diri melaut agar mendapatkan pengasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

"Ketinggian ombak di laut memang masih dua meteran lebih. Akan tetapi, sejumlah nelayan sudah memberikan diri melaut," katanya.

Dengan cuaca laut yang tidak menentu, katanya, harus ekstra waspada karena gelombang laut tinggi bisa datang secara tiba-tiba.

Contohnya, kata dia, pada Kamis ketinggian ombak di perairan Laut Jepara kembali tinggi sehingga banyak nelayan yang kembali ke daratan dengan hasil tangkapan dalam jumlah relatif sedikit.

Hasil tangkapan yang diperoleh, katanya, antara 40-50 kilogram ikan jenis cumi, sedangkan harga jual mencapai Rp20.000 per kilogram
"Terkadang, hasil tangkapan sebanyak 50 kilogram hanya laku Rp850.000," katanya.

Penghasilan sebesar itu, katanya, masih harus dibagi dengan dua nelayan lainnya.

Seorang nelayan setempat lainnya, Mukhlisin, mengakui sejak empat hari terakhir memberanikan diri melaut bersama dua temannya, karena selama musim baratan, yakni Desember 2012 hingga saat ini,sering tidak bisa melaut karena ombak tinggi.

Mayoritas nelayan, katanya, melakukan aktivitas melaut mulai pukul 03.00-12.00 WIB atau disesuaikan dengan ombak di laut.

Berdasarkan pengamatan di muara Sungai Wisa, Desa Jobokuto, Kecamatan Kota, Jepara, beberapa nelayan baru saja pulang dari melaut.

Hanya saja, jumlah perahu maupun kapal yang ditambatkan di sepanjang muara sungai jauh lebih banyak dibandingkan dengan nelayan yang terlihat baru pulang melaut.

Syahbandar Jepara Yuniarso mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jateng, ketinggian gelombang laut pada Kamis mencapai 2,5 meter.

Ia menjelaskan kondisi cuaca tersebut tidak aman untuk aktivitas nelayan di laut, termasuk aktivitas kapal yang melayani penyeberangan penumpang ke Karimunjawa.

Kapal yang melayani jasa penyeberangan ke Karimunjawa, katanya, sempat beroperasi pada Sabtu (16/2) menuju Karimunjawa.

"Kapal tersebut, juga sempat balik lagi ke Jepara," katanya.

Akan tetapi, kata dia, sejak Senin (18/2) hingga saat ini mulai berhenti beroperasi karena gelombang laut tidak mendukung untuk aktivitas pelayaran.

Untuk mencabut larangan melaut, katanya, harus menunggu cuaca laut di daerah setempat benar-benar normal dan tidak membahayakan keselamatan jiwa.

"Kami mengimbau nelayan tetap mewaspadai cuaca laut yang masih sering berubah-ubah," katanya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026