Logo Header Antaranews Jateng

Warga Merapi Waspada Pes

Selasa, 19 Februari 2013 19:36 WIB
Image Print
ilustrasi akibat banjir lahar dingin (ANTARA/Anis Efizudin)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Yulianto Prabowo di Boyolali, Selasa, mengatakan bahwa kawasan hutan Gunung Merapi masih menjadi endemis pes, terbukti hasil penelitian pada tikus hutan di kawasan itu, ternyata mengandung kuman pes.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau warga lereng Merapi agar lebih menjaga kebersihan, mengamankan makanan dengan cara ditutupi, dan menghindari kontak langsung dengan tikus hutan.

Warga yang menjaga pola hidup sehat tersebut sangat diperlukan karena tikus hutan turun ke permukiman sehingga potensi transmisi pinjal ke tikus rumahan sangat dimungkinkan.

Menurut dia, pada musim hujan di kawasan lereng Merapi sering terjadi banjir lahar tersebut dikhawatirkan tikus-tikus hutan itu turun ke permukiman. Hal itu karena berkurangnya bahan makanan akibat ekosistem hutan rusak.

Ia menjelaskan bahwa pes merupakan penyakit menular yang masuk dalam undang-undang wabah dan penyakit karantina internasional.

"Jika ditemukan satu orang penderita penyakit pes di suatu tempat, lingkungan itu akan langsung diisolasi atau karantina total, termasuk segala hasil produksinya," katanya.

Kendati demikian, kata dia, di wilayah Boyolali sejauh ini belum ada yang ditemukan kasus penularan pes kepada manusia.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026