Logo Header Antaranews Jateng

Kemenhan: Ancaman Nonmiliter Lebih Banyak

Selasa, 19 Februari 2013 14:09 WIB
Image Print
Ilustrasi serangan cyber (ANTARA News/Lukisatrio)


"Pada masa depan ancaman militer itu berkurang, yang banyak itu ancaman nonmiliter, misalnya ancaman cyber, virus yang bisa menghancurkan bangsa dan ideologi kita," katanya di Magelang, Selasa.

Ia mengatakan hal tersebut usia menjadi pembicara kunci pada seminar Pembangunan Karakter dan Pertahanan Negara di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Lebih lanjut Hutabarat mengatakan, bahwa kehidupan konsumerisme juga menjadi ancaman bangsa ini.

Oleh karena itu, katanya, para Taruna Akmil ini diberi penekanan bahwa ancaman militer tanggung jawab mereka, ancaman nonmiliter mereka ikut terlibat jika terjadi depkalasi yang bisa menghancurkan seluruh bangsa.

Selain itu, jika terjadi bencana juga merupakan bagian tugas militer yang disebut dengan operasi militer bukan perang.

"Jadi terjadi bencana tsunami, banjir, bahkan bencana sosial, juga menjadi bagian tugas militer untuk menanganinya," katanya.

Ia mengatakan, beberapa waktu lalu saat Pekan Olahraga Nasional, tiga hari menjelang pembukaan persiapan belum siap maka dikerahkan anggota TNI untuk membantu persiapan tersebut.

"Hal itu merupakan salah satu contoh kepedulian TNI dalam memperlancar seluruh kehidupan bangsa dan negara," katanya.

Ia mengatakan, untuk memperkuat mereka memang akan diubah kurikulum di Akmil. Sebanyak 70 persen tetap kegiatan yang berhubungan dengan militer, tetapi 30 persen kegiatan yang mencakup ilmu utama. Ia menuturkan, dengan ilmu utama ini dengan menambah sedikit kurikulum lagi sehingga mereka menjadi setara dengan S1 dan bisa melanjutkan S2.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026