Logo Header Antaranews Jateng

Pertandingan PSIS Lawan Persitara Ricuh

Senin, 18 Februari 2013 18:09 WIB
Image Print

Pada pertandingan tersebut akhirnya dimenangi tuan rumah PSIS dengan angka tipis 2-1 (0-1).Dua gol kemenangan PSIS dicetak Heri Nur menit ke-56 dan Morris Power menit ke-93, sedangkan gol Persitara dicetak Enjang Rohiman pada menit ke-31.

Kericuhan tersebut terjadi pada masa injury time ketika tuan rumah PSIS berhasil mencetak gol kedua pada menit ke-93 melalui tendangan Morris Power yang memanfaatkan bola mental sundulan rekannya Saiful Amar.

Pemain-pemain Persitara menganggap bahwa bola tersebut sudah ditangkap kiper Ariek SB, tetapi wasit Ridwan Pahala dari Bandung tetap gol itu sah sehingga pemain tamu mengejar-ngejar wasit.

Bahkan ofisial Persitara Jakarta Utara juga memprotes gol tersebut dengan cara keluar dari bangku cadangan pemain. Petugas keamanan pun terpaksa masuk ke lapangan pertandingan berusaha mengamankan wasit dari kejaran pemain.

Akhirnya wasit dibawa ke pinggir lapangan dan terus dikejar oleh ofisial Persitara. Namun, berkat kesigapan petugas keamanan akhirnya wasit berhasil diamankan, sementara itu penonton melempari ofisial Persitara dengan botol bekas minuman.

Akhirnya pertandingan kedua tim dilanjutkan kembali dan tim tamu bersedia melanjutkan kembali dan begitu pemain Persitara menendang bola wasit langsung meniup peluit panjang sebagai tanda pertandingan usai.

Sebelum memberi waktu tambahan empat menit, wasit memberi kartu merah kepada Ikhsan Sania (PSIS) dan Enjang Rohiman (Persitara). Keduanya lantas meninggalkan lapangan permainan.

Pada pertandingan yang disaksikan sekitar 15.000 penonton tersebut wasit dari Bandung tersebut mengeluarkan kartu kuning untuk Morris Power (PSIS), Alfriyadi , Bikoi Daniel, dan Zamroni (Persitara).

General Manager PSIS Ferdinand Hindiarto dan Komisaris Utama Persitara Sardanta Tarigan sama-sama menilai bahwa kualitas wasit yang memimpin pertandingan ini tidak bagus.

"Wasit sering jauh dari bola sehingga sering terlambat membunyikan pertandingan," kata Ferdinand.

Sardanta Tarigan mengatakan bahwa pertandingan kedua tim itu sebenarnya bagus dan menarik, tetapi dinodai kepemimpinan wasit yang tidak berkualitas.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026