Logo Header Antaranews Jateng

Nelayan Berharap Bantuan Pemerintah

Minggu, 20 Januari 2013 07:45 WIB
Image Print
ilustrasi

"Bantuan pemerintah yang disalurkan melalui HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) seharusnya diberikan pada awal tahun karena nelayan selalu menghadapi masa paceklik pada akhir Desember hingga Februari," kata Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Mino Saroyo Cilacap Untung Jayanto di Cilacap, Minggu.

Akan tetapi, kata dia, bantuan berupa beras tersebut justru diberikan menjelang Lebaran sehingga nelayan tetap kesulitan saat menghadapi masa paceklik.

Kendati demikian, dia mengakui, dana paceklik dari KUD juga diberikan kepada nelayan menjelang Lebaran bersamaan dengan penyaluran dana simpanan nelayan.

Terkait kondisi nelayan Cilacap saat ini, dia mengatakan, sebagian besar terutama nelayan-nelayan tradisional untuk sementara tidak melaut karena selain masa paceklik juga terjadi cuaca buruk.

Menurut dia, nelayan-nelayan kecil ini lebih memilih memperbaiki peralatan menangkap ikan maupun perahu mereka karena tidak ada pekerjaan lain selain melaut.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Bidang Organisasi HNSI Cilacap Indon Tjahjono mengatakan, hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah untuk nelayan yang menghadapi masa paceklik.

Ia mengatakan bantuan masa paceklik berupa beras telah dibagikan kepada nelayan sebelum Lebaran 2012.

Nelayan mendapat bantuan 60 ton beras yang diambilkan dari cadangan beras untuk tanggap darurat bencana alam yang sebesar 100 ton per kabupaten.

Ia mengatakan, pada 2013 seharusnya bupati mengajukan lagi ke pemerintah pusat terkait cadangan beras bencana tersebut.

Akan tetapi, dia mengaku tidak tahu pasti apakah Pemerintah Kabupaten Cilacap telah mengajukan alokasi cadangan beras bencana tersebut kepada pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pengelola Kawasan Segara Anakan (DKP2KSA) Cilacap Mochamad Harnanto mengatakan, pihaknya tidak mengalokasikan anggaran untuk nelayan yang dilanda paceklik akibat cuaca buruk.

Ia mengatakan Kabupaten Banyumas mendapat alokasi cadangan beras bencana alam sebesar 100 ton yang tersimpan di Bulog Banyumas.

Kuota sebesar 100 ton tersebut tidak seluruhnya untuk nelayan karena beras tersebut untuk cadangan menghadapi bencana.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026